Ramainya Bisnis Electronic Commerce di Indonesia

market published over a year ago




Mungkin sudah dari sananya orang Indonesia suka belanja. Tak cuma di mal atau pasar saja yang penuh, tapi marketplace online juga tak kalah ramai.

Tak percaya? Setiap ada pre-order ponsel baru misalnya, hampir semuanya ludes. Bahkan Xiaomi yang sampai tiga kali buka flash sale di Lazada, tiga kali pula habis diborong barangnya.

Itu cuma contoh kecil saja. Lihat juga di situs-situs belanja lainnya. Jualannya tak kalah ramai, dan pembelinya tak kalah membludak.

Geliat e-commerce ini sebenarnya tak cuma ramai di situs belanja seperti Rakuten, Lazada, Blibli, atau Tokobagus yang sekarang sudah ganti nama jadi OLX. Namun juga di forum-forum jual beli seperti FJB di Kaskus.

Itu artinya, e-commerce mulai mendapat kepercayaan dari para netizen di negeri ini. Orang tak lagi takut-takut membeli barang yang cuma kelihatan bagusnya saja dari foto yang dipajang di etalase online. Mereka lihat, suka, bayar, barang pun terkirim.

Pesatnya pertumbuhan pasar e-commerce juga membuat lembaga riset Taylor Nelson Sofres (TNS) memperkirakan nilai transaksinya di Indonesia bisa menembus USD 24 miliar pada 2016 mendatang. Artinya, bisnis e-commerce di negeri ini tumbuh empat kali lipat dibanding tahun sebelumnya yang cuma USD 8 miliar.

Bisnis e-commerce sukses karena sudah merambah hampir ke semua segmen industri. Tak melulu soal jualan ponsel, tapi juga otomotif, pariwisata, dan lain sebagainya. Apapun bisa dijual lewat internet. Bahkan di Jepang, katanya, jualan telor ayam pun sudah online.

Ya, seperti yang kita bilang tadi, belanja selain untuk memenuhi kebutuhan, juga telah menjadi bagian dari gaya hidup. Kalau bisa online tanpa perlu macet-macet ke pasar atau ke mal, kenapa tidak belanja lewat internet saja. Mudah, praktis, dan mudah-mudahan terus aman.

Kegemaran belanja online juga bukan hanya terjadi di Indonesia saja. Di dunia tren e-commerce juga tak kalah semarak kalau kita lihat dari proyeksi bisnisnya secara global yang diperkirakan bisa menembus USD 2 triliun pada 2015 mendatang.

Menurut studi dari Bigcommerce, angka ini tergolong fantastis mengingat sebelumnya butuh 18 tahun dari 1994 ke 2012 agar transaksi e-commerce bisa menembus nilai USD 1 triliun. Pada tahun 2014 ini, diperkirakan transaksi e-commerce dunia telah menembus USD 1,5 triliun.  

Kemajuan dalam ekosistem perdagangan online juga dibantu dengan banyaknya inovasi teknologi. Para merchant-merchant sudah bisa membuka toko online dalam waktu singkat dengan adanya inovasi cloud. Dengan layanan Software-as-a-Service (SaaS), hal kompleks seperti pembayaran dan lainnya menjadi lebih simpel.

Anda suka belanja online? Coba ceritakan pengalaman Anda di kolom komentar di bawah ini.




WRITE COMMENT
Name* :

E-mail* :

Website :

Comment :





BLOG CATEGORIES
FEATURES

Corporate Info features
2016-06-03

Corporate Info features
2016-06-02

Corporate Info features
2016-06-01

Corporate Info features
2016-05-31

Corporate Info features
2016-05-30

ARCHIVES