Musik Digital Tumbuh Bersama Ekosistem Musik Indonesia

market published over a year ago




Pengguna setia Telkomsel tentu tidak asing dengan berbagai layanan musik digital yang kami tawarkan. Mulai dari Nada Sambung Pribadi, hingga aplikasi LangitMusik.

Beberapa waktu lalu, bersama beberapa rekan media massa ternama di Jakarta, kami sempat berbincang-bincang dengan orang di balik layanan musik digital Telkomsel, Tengku Ferdi Febrian selaku GM Digital Music Telkomsel.


Keterangan: Tengku Ferdi Febrian ( GM Digital Music Telkomsel ).

Berikut adalah hasil obrolan tersebut dalam format Tanya Jawab:

Tanya (T): Boleh diceritakan dulu, apa saja yang dilakukan Telkomsel di layanan musik digital?
Jawab (J): Dari sisi layanan musik digital, Telkomsel memiliki layanan ringback tone yang kami sebut Nada Sambung Pribadi alias NSP. Selain itu kami juga memiliki layanan musik streaming dan download LangitMusik.

Awalnya, sebelum 2011, kami melakukan bentuk kerjasamanya adalah langsung dengan artis atau label musik yang bersangkutan.

Kemudian, setelah 2011, sister company kami, Melon yang handle semua. Melon menjadi agregator ke industry stakeholder, termasuk musisi, artis, label dan manajemennya.

T: Jadi, layanan apa saja yang sekarang disediakan?

Telkomsel Digital Music ada beberapa channel, semuanya sekarang dilakukan lewat Melon. Layanannya termasuk NSP tadi dan melalui UMD untuk mengunduh lagu, istilahnya LangitMusik ala carte.

Pada Mei 2013, kami mulai menghadirkan aplikasi LangitMusik. Aplikasi ini tersedia untuk pengguna smartphone, menyediakan layanan musik streaming dan download.

T: Bagaimana dengan pembajakan musik yang kadang terjadi di dunia digital?

Tentunya untuk aplikasi LangitMusik, musik yang diunduh itu tidak dimiliki oleh pengguna, sifatnya adalah langganan. Musik itu juga dilindungi dengan sistem DRM (Digital Rights Management) agar aman dari pembajakan.

Kami selalu berusaha untuk meyakinkan label dan musisi bahwa platform ini aman dari pembajakan. Justru kami ingin membangun industri. Semangat awalnya dari LangitMusik ini adalah untuk sama-sama membangkitkan lagi industri musik di Indonesia.

Sekarang kita bisa lihat lagi bahwa industri musik Tanah Air mulai tumbuh lagi. Acara-acara offline, konser juga semakin banyak dan lagu-lagu baru bermunculan.

Salah satunya karena artis sekarang bisa mendapatkan pemasukan dari karya mereka lagi. Pertama dari NSP dan juga dari layanan streaming atau unduh lagu legal, seperti yang ditawarkan oleh LangitMusik.

T: Lagu apa saja yang tersedia di LangitMusik?

Kami berusaha menyediakan sebanyak mungkin konten yang disukai pengguna. Aplikasi LangitMusik sendiri terus mengalami perbaikan, sebagaimana biasa aplikasi mobile ya, selalu ada update dan bug fixes.

Kami mulai rajin melakukan update di 2014 dan diharapkan 2015 in isudah benar-benar lengkap semuanya ada. Jumlah lagu yang ada di layanan ini, pada 2013 saja mencapai 1 juta lagu. Di 2014 angkanya naik 100 persen menjadi 2 juta lagu.

Mulai dari lagu Indonesia hingga lagu asing tersedia di sana. Bahkan kami juga menyediakan lagu daerah, meskipun peminatnya relatif sedikit, namun kami siapkan saja untuk berjaga-jaga jika ada yang berminat atau butuh.

T: Lagu apa yang paling diminati pengguna?

Kalau dibandingkan apple to apple, konten lokal masih jadi raja. Kurang lebih 60 banding 40 lah, 60 persen masih dimenangkan oleh konten lokal.

Ada yang menarik adalah pad 2014 ini, kurang lebih di kuartal ketiga, kita melihat adanya peningkatan minat pengguna pada lagu Indonesia. Khususnya, lagu Cita Citata (Sakitnya Tuh Di Sini).

Pada 2013, lagu yang paling banyak diputar lewat streaming ataupun diunduh adalah dari genre Pop. Di 2014 ini, terutama di Semester 2, yang paling laris adalah lagu dangdut.

T: Tadi disebutkan bahwa musisi Indonesia bisa mendapatkan pemasukan dari layanan ini. Bisa diceritakan?

Intinya begini, kami di Telkomsel melalui layanan ini memang yang dikedepankan adalah industry stakeholder. Jadi skemanya adalah revenue sharing, dengan porsi terbesar ada di pihak label.

Soal besarannya, cukup saja kami katakan bahwa pihak label selama ini mengaku puas dengan yang diterima.

Kalau dari sisi Telkomsel, pendapatan dari layanan musik digital ini mengalami peningkatan dua kali lipat pada 2014 dibandingkan dengan 2013. Pendapatan dari aplikasi bahkwan naik 106 persen.

T: Kalau dari sisi pengguna, ada berapa banyak?

Saat ini ada 2,5 juta pengguna NSP. Sedangkan untuk aplikasi ada 100.000 pengguna. Tentunya, seperti kebanyakan layanan seperti ini, pengguna aktif yang membayar (paid users) lebih kecil dari yang masih menikmati layanan cuma-cuma (free users).

Tapi yang menarik untuk dilihat adalah pertumbuhannya. Pada 2014, dibandingkan 2013, jumlah free users-nya naik 150 persen. Kalau kita lihat, paid users-nya di periode yang sama naik 230 persen.

Jadi kalau kita lihat lagi kembali ke 2011, setelah peristiwa Black October itu, bolehlah kita sebut pengguna itu mendekati nol. Nyaris tidak ada.

Pertumbuhan kemudian terjadi sekitar 20-30 persen di 2012. Pada 2013, dari target yang diberikan oleh manajemen, kami mencapai 100 persen. Kemudian di 2014, dibandingkan dengan 2013, pertumbuhannya 100 persen.

Pengguna juga lebih menyukai streaming daripada mengunduh lagu. Perbandingannya sekitar 95 persen streaming, 5 persen unduh.

T: Bagaimana dengan adanya pemain asing yang menyediakan layanan sejenis di Indonesia?

Sama seperti yang kami lakukan, pemain OTT (over the top) pasti mulai dengan memperbanyak free konten terlebih dahulu. Ini wajar karena mereka ingin memperbanyak basis penggunanya dulu.

Masuknya pemain asing ini justru kami tanggapi dengan positif. Karena mereka membantu LangitMusik melakukan edukasi pelanggan.

Kemudian saat mereka mencoba menarik pelanggan ke layanan berbayar, kebanyakan masih menggunakan kartu kredit. Padahal  pengguna kartu kredit di Indonesia masih sedikit sekali persentasenya.

Karena kami merupakan layanan Telkomsel, di LangitMusik semua bisa dilakukan lewat telco channel, yang sudah biasa digunakan oleh pelanggan.

T: Apakah ada keinginan memperluas pasar LangitMusik ke luar dari pelanggan Telkomsel?

Ada 140 juta pelanggan Telkomsel, 30 persennya pengguna smartphone. Artinya ada berapa? Sekitar 40-an juta pengguna potensial untuk aplikasi kami? Ini bukan jumlah yang sedikit lho.

Layanan ini benar-benar kami bisa katakan, ini one fingertips entertainmen sedah ada di Telkomsel. Aplikasinbya tersedia di semua sistem operasi dan bahkan layanan musik digital kami ini tersedia lewat banyak channel, mulai dari SMS (untuk NSP), UMD dan aplikasi.

Kami menjadikan layanan ini sebagai cara untuk empower pelanggan. Memberikan nilai tambah buat Telkomsel di mata pelanggan.

Sampai saat ini , belum ada rencana untuk menghadirkannya di luar pengguna Telkomsel. Namun kami tidak menutup kemungkinan apapun di masa depan.

Kami juga selalu melakukan pembicaraan dengan berbagai partner. Namun untuk saat ini, belum ada yang bisa diungkapkan.




WRITE COMMENT
Name* :

E-mail* :

Website :

Comment :





BLOG CATEGORIES
FEATURES

Corporate Info features
2016-06-03

Corporate Info features
2016-06-02

Corporate Info features
2016-06-01

Corporate Info features
2016-05-31

Corporate Info features
2016-05-30

ARCHIVES