Tips Membuat Iklan Video yang Mewabah di Internet

lifestyle published over a year ago




Belum lama ini Indonesia, terutama pengguna internet di kota-kota besar, dibuat heboh oleh sebuah iklan dalam bentuk video.

Ya, video yang menampilkan lanjutan kisah cinta yang pernah sangat populer di tahun 1999 itu menjadi sangat populer dan menyebar ke banyak pengguna, dari socmed ke socmed.

Bahkan video itu juga melahirkan berbagai parodi, baik dalam bentuk gambar maupun video juga. Efek luar biasa yang mungkin dinantikan oleh siapapun yang pernah membuat video iklan, baik pembuatnya maupun kliennya.

Memang, di ranah periklanan digital saat ini, para pemilik merek harus berusaha menghadirkan konten yang membuat konsumen mau melihatnya dengan sukarela. Bahkan hingga mencari iklan tersebut.

Bagi YouTube, situs berbagi video paling populer di dunia saat ini, iklan yang menarik juga jadi perhatian. Lucas Watson, VP Global Video Sales di Youtube, pernah mengatakan bahwa mencari iklan yang menarik adalah bagian dari strategi mereka.

"KAmi hanya akan dibayar (oleh pemasang iklan) jika konsumen memang tertarik untuk menonton iklannya, jadi kami harus bisa menampilkan iklan yang tepat ke orang yang tepat," ujarnya dalam sebuah wawanara dengan Fast Company.

Menurut Watson, sebuah brand saat ini harus mampu membuat iklan yang secara strategis mampu mengkomunikasikan keunggulan brand itu, tapi di saat yang sama juga menarik untuk dilihat.

Meski tak bisa memberikan rumus pasti untuk mencapai sukses, Watson menawarkan tiga tips untuk membuat iklan video yang punya potensi untuk mewabah di internet. Berikut adalah tips darinya:

1. Ingat Manusia

"Aturan pertama adalah, karya itu harus punya hubungan yang erat dengan manusianya," ujar Watson.

Pemilik merek diimbau Watson untuk memahami siapa audiens yang mereka sasar. "Brand yang memahami manusia lebih baik akan memiliki kesempatan untuk sukses lebih dari yang tidak," tuturnya.

2. Percakapan

Tips kedua darinya adalah menimbulkan percakapan. Maksudnya, konten dari video itu akan menimbulkan percakapan, atau bahkan pro kontra dari penontonnya.

Contoh saja iklan populer yang berdasarkan sekuel dari sebuah film percintaan yang tadi sempat kita bahas itu. Beberapa penonton tentu akan berdebat soal ending video itu: benarkah kedua tokoh itu kembali menjalin asmara?

3. Emosi

Hal ketiga yang disampaikan Watson adalah soal emosi. "Saya pikir ini bukan ketidaksengajaan bahwa video yang menjadi viral itu kebanyakan berisi bayi, binatang peliharaan atau hubungan antara laki-laki dan perempuan," tutur Watson.

Hal-hal itu, ujar Watson, memiliki nilai emosional yang nyaris universal. Hampir semua orang akan tertarik dengan hal-hal itu karena kedekatan emosionalnya.




WRITE COMMENT
Name* :

E-mail* :

Website :

Comment :

1 COMMENT
  • Asmui

    over a year ago

    Oke2 banget





BLOG CATEGORIES
FEATURES

Corporate Info features
2016-06-03

Corporate Info features
2016-06-02

Corporate Info features
2016-06-01

Corporate Info features
2016-05-31

Corporate Info features
2016-05-30

ARCHIVES