RUNNINGCONNECT: Malang

lifestyle published over a year ago




#runningconnect Malang

Berlari dapat menghubungkan kita dengan hampir semua yang ada di sekitar kita. Ketika berlari kita akan lebih terhubung dengan orang-orang di sekitar, kota tempat kita tinggal, alam, dan tentunya juga dengan diri sendiri. Berlari bahkan bisa menghubungkan kita dengan orang lain yang belum kita kenal, suatu tempat yang sebelumnya sangat asing, dan membuat kita berkembang menjadi individu yang lebih baik dengan menemukan potensi diri yang tidak kita ketahui.

Seperti berlari, Telkomsel juga menghubungkan masyarakat Indonesia melalui ketersediaan jaringan seluler yang tersebar di seluruh Indonesia sehingga kita semua dapat lebih terhubung dengan dunia. Tersedianya akses komunikasi akan membuka pintu cakrawala, memungkinkan kita untuk berbagi ide dan karya, serta memberikan dampak sosial positif kepada kualitas kehidupan masyarakat.

Pada perjalanan #runningconnect, Telkomsel mengikuti teman-teman Telkomsel dari @runhood_mag menjelajahi berbagai kota di Indonesia untuk mengenal lebih jauh lingkungan sekitar melalui berlari dengan ditemani oleh running crew setempat, dan didukung oleh jaringan seluler Telkomsel yang membuat mereka tetap saling terhubung. Setelah sebelumnya berkunjung ke Medan, dan Pekanbaru kali ini @runhood_mag melanjutkan perjalanan #runningconnect di Malang dan menjelajah lebih jauh keindahan alam di sana, mengenal lebih jauh ‘Ngalamers’ dengan ditemani running crew setempat @runmlgrun.

Kedatangan teman-teman @runhood_mag ke kota yang terletak di provinsi Jawa Timur itu disambut dengan suasana penuh keceriaan. Hari itu, tanggal 31 Maret 2016, kebetulan bertepatan dengan hari jadi @runmlgrun yang ke-3, dan di hari berikutnya kota Malang sendiri akan memperingati hari ulang tahunnya yang ke-102. Perjalanan #runningconnect Malang pun dibuka dengan sesi lari malam bersama @runmlgrun di tengah basahnya kota setelah dibasuh hujan, dalam rangka merayakan 3 tahun lahirnya running crew Malang tersebut.

“You learn something every day if you pay attention”

Sepanjang sesi lari, @runhood_mag banyak belajar tentang kota Malang langsung dari teman-teman lokal di sana. Siapapun yang kebetulan lari berdampingan saat itu, bisa menjadi pemandu kota. Ini adalah cara yang sangat istimewa untuk mengenal sebuah tempat dengan lebih persona, sesuatu yang tidak bisa didapatkan dari tour travel paling mahal sekalipun!



Ada hal menarik lain yang dipelajari @runhood_mag malam itu. Dengan berbagai pengembangan yang dihadirkan untuk alas kaki modern, berlari dengan telanjang kaki menjadi praktek yang kurang umum dilakukan di kebanyakan tempat. Namun seorang anggota dari @runmlgrun pada malam itu berlari tanpa alas kaki apapun karena dia percaya walaupun sepatu lari dapat melindungi kaki dari luka dan memar, tapi berlari telanjang kaki dapat mengurangi risiko cedera kronis yang dapat disebabkan oleh bantalan di sepatu lari.



Teman-teman @runhood_mag juga menemukan masih banyak becak di setiap sudut kota Malang. Becak mulai digunakan sebagai alat tranportasi di Malang pada pertengahan tahun 1930an, dan masih menjadi pilihan para warganya untuk mendukung mobilitas mereka sampai sekarang.


The early bird gets the worm.

Pada hari kedua, teman-teman @runhood_mag dan @runmlgrun sudah siap sejak fajar untuk melakukan perjalanan melewati Batu menuju Desa Pujon di utara kota Malang, dimana mereka akan berkemah sambil menikmati api unggun, dan melakukan perjalanan untuk menjelajah area sekitar Desa Pujon. Sounds really exciting, doesn’t it?

Setelah perjalanan panjang dengan menggunakan sepeda motor ke Desa Pujon, mereka kemudian berjalan menuju tempat berkemah dengan menyusuri rute Pujon. Weekdays adalah hari yang tepat untuk menikmati rute trail Pujon, ketika tidak banyak pengunjung yang datang ke sana. Suasananya sangat tenang dan damai sehingga kita bisa benar-benar menikmati pemandangan dan udara sekitar.





Sepanjang perjalanan @runhood_mag dan @runmlgrun menemukan banyak kebun bunga kol dan berbagai sayuran yang menjadi sumber mata pencarian penduduk setempat, selain juga flora dan fauna indah lainnya. Mereka juga mendapatkan kesempatan untuk belajar banyak tentang kawasan tersebut ketika berinteraksi dengan para penduduk. Ketika kita terhubung dan belajar lebih banyak ragam kehidupan di sekitar kita, kita akan semakin mencintai mengapresiasi budaya yang dimiliki oleh nusantara tempat kita tinggal ini.





Sesampainya di tempat perkemahan, @runhood_mag dan @runmlgrun langsung mendirikan tenda bersama-sama. Tidak perlu banyak waktu sampai tenda akhirnya berdiri, sehingga mereka pun akhirnya bisa beristirahat sesaat dan bercengkrama menikmati suasana, sebelum melanjutkan perjalanan dengan trekking ke tujuan berikutnya, yaitu air terjun Sumber Pitu.



Teman-teman dari @runmlgrun menyebutkan bahwa Coban (air terjun) Sumber Pitu merupakan tempat yang wajib dikunjungi oleh penggemar trail running. Selain belum banyak diketahui oleh turis, pemandangan menuju air terjun sangat eksotis dengan dikelilingi semak belukar dan pegunungan, sebuah tujuan yang sempurna ketika kita ingin beristirahat dari kehidupan di kota dan menghubungkan diri dengan alam.




“Just living is not enough. One must have sunshine, freedom, and a little flower”



Track di sana juga cukup menantang karena infrastrukturnya yang masih sangat terbatas. Ditambah lagi rute yang sebagian besar merupakan tanjakan. Namun bayangan akan indahnya tujuh air terjun yang akan mereka dapati ketika sampai di tujuan, menjadikan mereka tetap semangat berlari menjelajah rute tersebut. @runhood_mag sangat menyarankan untuk mengunjungi air terjun Sumber Pitu diluar musim hujan, karena lumpur di sepanjang jalan bisa sangat mempersulit perjalanan menuju tujuan.



Setelah satu jam hiking, @runhood_mag dan @runmlgrun mulai mendengar suara dari arus air. Namun, perjalanan masih belum berakhir karena Coban Pitu masih berada 100 meter di depan mereka. Dari sana, rute menjadi semakin menantang karena mereka harus mendaki tebing yang cukup terjal.



Setelah melewati tanjakan panjang dan tebing yang curam, akhirnya mereka sampai juga di air terjun Coba Pitu. Benar saja, pemandangan di sana benar-benar setimpal dengan jalur perjalanannya yang sulit. Walaupun tertutup oleh kabut yang tebal ,namun air terjun itu terlihat sangat cantik dan sekaligus mistis.



After each uphill comes a downhill! Perjalanan pulang dari air terjun dipenuhi oleh turunan, dan teman-teman @runhood_mag pun memanfaatkannya dengan melakukan sedikit perlombaan berlari menuju tempat kemah.



Kelelahan setelah menempuh perjalanan yang panjang dan menantang, mereka pun menyempatkan diri untuk tidur siang di tempat perkemahan. Istirahat yang cukup sangat penting, mengingat mereka masih memiliki jadwal lari yang padat. Teman-teman @runhood_mag juga tak sabar untuk mencoba pengalaman paragliding pertama mereka di Batu, pada keesokan harinya.



Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian. Sebelum bisa terjun bebas dengan paralayang di Batu, teman-teman @runhood_mag dan @runmlg terlebih dahulu harus mendaki bukit secepat mungkin untuk mengejar kondisi angin yang tepat untuk terbang dari titik lepas landas. Sesampainya di atas, sudah ada pilot berpengalaman yang stand by dan akan mendampingi untuk terbang tandem.



Paragliding adalah salah satu kegiatan seru yang harus dicoba saat berkunjung ke Batu. Teman-teman @runhood_mag mendapatkan pengalaman tak terlupakan ketika mereka terbang melewati desa Pujon dan menikmati pemandangan kota Malang yang terbentang luas dari udara.

Sepanjang penerbangan, mereka duduk dengan nyaman menggunakan tandem harness didampingi dengan pilot berpengalaman yang menjawab seluruh pertanyaan dengan ramah. @runhood_mag benar-benar merasa nyaman dan terpesona dengan keindahan kota Malang dari atas tanpa merasakan ketakutan apapun.



Hari sudah gelap ketika mereka harus kembali ke tempat berkemah. Pendakian gunung di malam hari memang bukan ide yang baik, namun dilengkapi dengan headlamp dan dipenuhi dengan candaan dan senda gurau dari teman-teman @runmlgrun, pendakian sepanjang 5km tetap terasa menyenangkan.



Sesampainya di kemah udara terasa sangat dingin, sehingga mereka membuat api unggun untuk menghangatkan badan. Salah satu hal terbaik dari pengalaman berkemah adalah kenangan, kenangan saat menjelajah alam liar dan suasana kehangatan yang terasa di perkemahan dengan dilengkapi api unggun, kenangan yang akan terus teringat sampai bertahun-tahun lamanya.



Rise and shine! Pada hari ketiga di Malang, perjalanan #runningconnect dari desa Pujon berlanjut ke air terjun Coban Rondo yang eksotis, sebelum kembali ke pusat kota. Perjalanan menuju Coban Rondo sangat mempesona, dengan jajaran pohon pinus yang membuat @runhood_mag dan @runmlgrun memutuskan untuk menikmatinya dengan sesi trail running singkat.





Salah satu daya tarik wisata di kawasan Coban Rondo, adalah labirin, yang terletak tidak jauh dari pintu masuk di sana. @runhood_mag pun sempat bermain di labirin dan bersaing mencapai ke tengah.



Air terjun Coban Rondo memiliki ketinggian sekitar 84 meter. Di sana, salah satu teman dari @runhood_mag tak sabar untuk berbagi kebahagiaan dengan keluarga, sambil menunjukkan keindahan air terjun di belakangnya.



Setelah tiga hari di Malang, teman-teman @runhood_mag pun merasa lebih terhubung dan mengenal kota ini lebih dekat. Pengalaman berkemah dengan @runmlgrun, trail running di sekitar desa Pujon, terbang menyaksikan pemandangan kota Malang dari udara dengan paralayang, menemukan air terjun yang eksotis, dan tak ketinggalan mencoba kuliner setempat, menjadikan perjalanan #runningconnect di Malang menjadi pengalaman yang sangat istimewa.

 

MALANG: CONNECTED




WRITE COMMENT
Name* :

E-mail* :

Website :

Comment :





BLOG CATEGORIES
FEATURES

Corporate Info features
2016-06-03

Corporate Info features
2016-06-02

Corporate Info features
2016-06-01

Corporate Info features
2016-05-31

Corporate Info features
2016-05-30

ARCHIVES