Mengapa Sebuah Kota Perlu Menerapkan Smart City

lifestyle published over a year ago




Dalam acara The NextDev Pulang Kampung di Malang Aditya Arief Nugraha, Presiden Direktur PT Gametechno Indonesia memaparkan presentasinya yang berjudul Let’s Build Smart(er) City – For A Better Indonesia, dimana dia Aditya mengungkapkan mengapa sebuah kota memerlukan konsep smart city yang terintegrasi.

Salah satu alasan utama adalah karena populasi manusia yang meningkat tajam. Diprediksi, jumlah penduduk dunia pada tahun 2050 akan menyentuh 8,5 miliar jiwa, yang mana 66%-nya adalah perempuan, dan 34% adalah laki-laki.

Tahun 2015 saja, jumlah populasi dunia mencapai 6 miliar jiwa. Bayangkan, dalam kurun waktu sepuluh tahun, populasi bertambah 2,5 miliar. WOW!

“Populasi yang meningkat mendorong lahirnya urbanisasi dari desa ke kota. Pertumbuhan urbanisasi dalam kurun waktu 64 tahun, dari tahun 1950-2014 mencapai 523%,” ujar Aditya.

Urbanisasi yang meninggi tentu saja melahirkan masalah urban atau perkotaan. Mulai dari sampah, edukasi, transpotasi, sosial ekonomi, bencana alam akibat ulah manusia, dan kesehatan. Semua masalah tersebut bisa generasi muda temukan di kota-kota di Indonesia, seperti Jakarta.

“Di sisi lain, masyarakat yang semakin modern dan mapan, memiliki segudang ekspektasi, seperti lingkungan tempat tinggal dan pekerjaan yang nyaman, adanya area publik yang memadai, semakin mudah untuk traveling, shopping experience, dan sebagainya,” tuturnya lagi.



Maka itu, lanjut Adhitya, solusi untuk memenuhi ekspektasi dan meminimalisir dampak dari urbanisasi itu adalah dengan menghadirkan konsep smart city alias kota cerdas. Apa itu?

Smart city adalah konsep yang mengetengahkan sebuah tatanan kota cerdas yang berperan dalam memudahkan masyarakat untuk mendapatkan informasi secara cepat dan tepat. Selain itu, konsep kota pintar ini juga memang dihadirkan sebagai jawaban untuk pengelolaan sumber daya secara efisien.

“Bisa dibilang, konsep kota cerdas ini adalah integrasi informasi secara langsung dengan masyarakat perkotaan,” ujar Aditya.

Enam Smartcity Services

Dalam perkembangannya, ada enam layanan Smart City yang bisa dikembangkan di suatu kota, antara lain:

1. Smart Governance

Penyelenggaraan pelayanan publik berbasis teknologi infromasi yang memudahan interaksi pemerintah dengan warga dan sektor bisnis, serta pengambilan keputusan berbasis real time data.

2. Smart Economy

Layanan e-business dan e-commerce yang mendorong tingkat perekonomian masyarakat

3. Smart Mobility

Penerapan sistem cerdas untuk mendukung layanan transportasi publik, logistik, dan kenyamanan bagi pengguna mobil, sepeda, dan pejalan kaki.

4. Smart Environment

Pemanfaatan sumber energi terbarukan, sitem monitor dan pengendalian polusi, green building.

5. Smart People

Masyarakat yang cerdas karena mendapatkan kesempatan pendidikan dan pengembangan skill yang luas dengan penerapan sistem dan teknologi

6. Smart Living

Pola hidup atau lifestyle yang cerdas, sehat, dan aman, didukung kualitas lingkungan hunian yang baik.

Smart City pun mencakup elemen pendukung yang disebut smart environment, mulai dari warga negara, aplikasi, servis, infrastruktur, industri, pemerintah, dan regulasi. Adapun kota di dunia yang telah mengimplementasikan konsep smart city antara lain London, New York, Amsterdam, Hong Kong, Paris, Singapura, Barcelona, dan Tokyo.

Sumber: thenextdev.id




WRITE COMMENT
Name* :

E-mail* :

Website :

Comment :





BLOG CATEGORIES
FEATURES

Corporate Info features
2016-06-03

Corporate Info features
2016-06-02

Corporate Info features
2016-06-01

Corporate Info features
2016-05-31

Corporate Info features
2016-05-30

ARCHIVES