Lima Ramalan Ekosistem Startup Teknologi Indonesia 2016

lifestyle published over a year ago




Berikut ini adalah ramalan dari Yansen Kamto, Chief Executive Kibar Kreasi Indonesia mengenai ekosistem startup teknologi Indonesia di tahun 2016.

Ada sesuatu yang menarik ketika menciptakan startup, yaitu kita ingin menginvestasikan semua waktu, uang, dan usaha hanya untuk memastikan apa yang kita rintis menjadi sukses besar. Namun, sebelum melangkah jauh, kita harus tahu esensi dari startup itu sendiri. Apapun jenis usaha kalian wahai Generasi Muda, startup harus lahir dengan tujuan memberikan jawaban atas masalah. Di era digital seperti saat ini, inovasi teknologi adalah cara untuk keluar dari masalah-masalah itu. Untuk tahu masalah yang terjadi di sekitar, kita bisa mengetahuinya dari keluhan yang sering dilontarkan oleh orang-orang di sekeliling kita. Misalnya, “Kenapa ya untuk hemat saja susah?”, atau “Aduh, saya tidak tahu kemana harus mendonasikan barang-barang saya?”. Pertanyaan-pertanyaan itu lahir dari masalah. Di sini lah startup punya kesempatan besar untuk memperbaiki hal itu lewat inovasi teknologi.

Berkaitan dengan inovasi teknologi yang mulai banyak dilakukan startup tanah air, saya ingin menyumbang sedikit pemikiran yang mungkin bermanfaat bagi kelangsungan hidup para startup teknologi.   Bagi saya, menjadi venture capitalist terlalu mainstream, saya ingin mengeksplorasi profesi yang lebih hipster, yaitu sebagai “peramal digital” yang belum banyak digeluti pelaku startup teknologi di negeri ini.

Berikut lima ramalan saya terhadap ekosistem startup teknologi di tahun Monyet Api. Namanya juga meramal. Kadang tepat, kadang mekeset. Ini semua cuma berdasarkan penerawangan indera ketujuh saya. Jadi silakan dibaca, tapi risiko tanggung sendiri, ya!

1. Bisnis yang mengusung “purpose” akan menjadi mainstream

Social impact akan menjadi jargon baru dunia teknologi. Entrepreneurship akan terlihat keren di mata anak muda Indonesia saat ini. Jika ikon selebriti identik dengan cewek cantik atau cowok ganteng. Kini, giliran kalangan tech startup yang menjadi ikon tersebut. Generasi muda akan tampil pusat dari perubahan. Mereka menawarkan sebuah paradigma atau nilai baru bernama “purpose”. Saat kalangan tua/senior hanya bisa menjual produk secara transaksional, tahun ini kita segera melihat bagaimana tujuan dan misi mulia yang ditelurkan Generasi Muda dapat memecahkan masalah dan memberikan solusi bagi Indonesia yang lebih baik.

Generasi muda akan menjadi media darling berikutnya yang memukau publik lantaran berhasil memberikan dampak sosial bagi masyarakat luas. Kendati demikian, kita bisa melihat siapa yang menggunakan “purpose” itu sebagai gimmick, dan siapa yang benar-benar tulus melakukan purpose itu. Pada akhirnya, bisnis yang mengusung purpose akan menjadi sangat lazim di Indonesia.

2. E-commerce dan on-demand service yang lebih segmented & niched bakal menjamur

Startup yang banyak bermunculan, akhirnya akan menemukan titik konsolidasi lewat aksi merger atau joint venture. Ledakan e-commerce diprediksi akan terus berlanjut pada tahun ini.   Dengan pemain yang kian banyak, para raksasa (big company) akan terus bertarung dan saling membunuh tanpa tujuan yang jelas. Semua cara dilakukan untu memastikan bahwa keuntungan besar masih mengalir sederas-derasanya ke kantong mereka dengan mudah. Black campaign maupun mencampuradukkan agama serta ras di dalamnya demi mempertahankan keuntungan, bakal terjadi. It’s boring stuff!

Di saat banyak orang bergelut dalam “Perang Troya”, di saat itulah muncul pemain-pemain baru yang jeli dalam menggarap pasar yang lebih segmented dan niched. Pemain kelas menengah dan yang lebih kecil akan berusaha mengais peruntungan dengan spesialisasi mereka masing-masing.   Hal yang sama juga akan terjadi di ranah on-demand service. Mereka akan mempelajari kekurangan yang dilakukan pemain-pemain awal, lalu kemudian meluncurkan solusi yang lebih membidik kalangan konsumen tertentu.



Pernahkah Anda pernah membayangkan sebelumnya bakal ada platform khusus untuk mencari lokasi tambal ban, mencari tukang servis AC, hingga jasa badut ke rumah? Ajaib bukan?   Namun, tahun ini proses konsolidasi antara beberapa pemain startup yang melibatkan merger, akuisisi penuh, maupun joint venture, akan semakin menggeliat. Beberapa nama sudah terlintas di benak saya :)

3. Corporate VC akan lahir dan inkubator kampus akan bertambah secara signifikan

Akhirnya, korporasi menyadari fenomena startup teknologi di Tanah AIr. Mereka pun ikut bermain-main di ranah digital itu.   Para CFO veteran tidak lagi hanya bernafsu dengan pesona puing-puing valuasi yang tertulis di atas kertas. Mereka pun ingin meramaikan pasar virtual yang ada, dengan ikut membakar beberapa persen dari keuntungan perusahaannya. Hal ini dilakukan supaya dianggap “kekinian”. Namun, saya juga percaya bahwa masih ada beberapa korporasi yang lebih punya sedikit otak. Mereka adalah yang tidak dengan mudah dikelabui berbagai dalang penggoreng valuasi. Beberapa perusahaan nasional ternama semakin siap dan yakin bahwa tech startup yang didananinya akan menghasilkan revenue, baik cepat atau lambat. Tentu saja, pada gilirannya, tech startup akan memberikan kontribusi pada bottom line dari perusahaan “donor” itu. Nantikan saja!

Institusi pendidikan macam kampus juga tidak akan berdiam diri menghadapi fenomena global itu. Beberapa kampus yang telah lebih dulu menyadari gejolak ini, akan mengambil inisiatif yang lebih berani dan strategis.   Kerjasama dengan inkubator global yang menaungi institusi pendidikan ternama akan segera terwujud di negeri ini. Merasakan pengalaman “magang di startup Silicon Valley” bukan hal mustahil lagi bagi rakyat Indonesia. Pertanyaannya, siapa yang mulai duluan, ya?   Yang mungkin akan menuai banyak kontroversi ke dapan adalah saat oknum pemerintah (beserta instansinya) mulai ikut merangsek dan mendirikan berbagai inisiatif serupa.   Menurut saya, pemerintah sebaiknya berperan sebagai regulator dan fasilitator yang mendukung ekosistem tech startup dengan melahirkan kebijakan yang fundamental dan strategis. Bukan akhirnya malah ikut-ikutan! Di tunggu solusinya Pak!

4. Makin banyak selebriti menjadi “co-founder” sebuah tech startup

Jika idol identik dengan suara emas hingga delapan oktaf, mungkin saja ada stasiun televisi yang berminat membuat ajang idol-idolan untuk mencari startup terbaik. Sekali lagi, tech startup sebagai fenomena global yang disorot semua kalangan, menuntut selebriti untuk terlibat di dalamnya. Apakah ini kabar baik? Bisa saja. Tidak bisa dipungkiri bahwa salah satu kelemahan terbesar para pendiri tech startup saat ini adalah perihal go-to-market strategy. Hal ini menjadikan masuknya selebriti di ranah startup akan sangat sensible.

Kita tahu Silicon Valley memiliki Ashton Kutcher dan will.i.am yang telah berkecimpung di dunia teknologi. Tahun ini adalah giliran para pemain sinetron dan musisi kondang negeri ini beralih profesi dari hanya sekadar endorser maupun buzzer, menjadi co-founder sesungguh-sungguhnya.   Saya pikir ini langkah strategis yang akan mendorong banyak anomali baru yang positif di ekosistem startup. Saya membayangkan acara infotainment tidak mutu bakal digeser dengan konten-konten inspirasional Generasi Muda soal teknologi. Beberapa stasiun televisi juga akan segera meluncurkan reality show maupun idol-idolan berbau startup. Seru nih!

5. Blogger akan keren lagi!

Blogger akan menjadi perhatian utama tahun ini. Seiring menurunnya performa media konvensional, beberapa perhatian publik akan berhasil dicuri oleh blog-blog indie berbobot.   Gaya penulisan yang lebih renyah akan menjadi daya tarik utama. Selain itu, kekuatan opini yang ditonjolkan akan menjadi diferensiasi. Konten yang sekadar menjiplak akan ditinggalkan. Begitu juga format yang dianggap terlalu mirip dengan pesaing.

Banyak blogger indie baru yang bermunculan, namun banyak juga yang akan mati dengan cepat. Lebih disayangkan lagi, akan ada blogger baru yang mendulang traffic lumayan. Namun, apa daya menghadang godaan uang dari para advertiser, yang membuatnya menjadi tidak netral. Ujung-ujungnya, jeblos juga.

Saya berharap akan muncul media indie yang tulus memperjuangkan kebenaran dan berkomitmen mewartakan hal baik untuk mendorong semangat berkarya para anak muda. Blogger akan menjadi tulang punggung utama di garda terdepan dalam memperjuangkan misi ini. Hidup blogger!

Sumber: thenextdev.id




WRITE COMMENT
Name* :

E-mail* :

Website :

Comment :





BLOG CATEGORIES
FEATURES

Corporate Info features
2016-06-03

Corporate Info features
2016-06-02

Corporate Info features
2016-06-01

Corporate Info features
2016-05-31

Corporate Info features
2016-05-30

ARCHIVES