Jakarta Ditakdirkan Untuk Jadi SmartCity

lifestyle published over a year ago




Jakarta sebagai ibukota memegang peranan penting sebagai role model smart city di Indonesia. Dengan permasalahan yang kompleks, mulai dari isu lingkungan, sosial, ekonomi, dan budya, “kota cerdas” mutlak dipelukan untuk membantu menyelesaikan persoalan tersebut secara cepat.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Bapak Djarot Saiful saat berdialog kepada generasi muda Indonesia saat gelaran The NextDev Pulang Kampung yang dihelat di Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, Senin (22/2/2016).

Pak Djarot menilai, Smart City harus berlandaskan teknologi yang bertujuan untuk menangani persoalan perkotaan.

“Harus diciptakan banyak apliasi untuk memudahkan pemerintah dan masyarakat Jakarta di dalam menangani persoalan yang ada. Aplikasi mulai dari yang sederhana sampai yang kompleks,” terangnya

Pak Djarot mencontohkan, pihaknya telah membuat program yang memantau alat berat miliknya berjalan dengan baik. Adapula aplikasi yang memonitor daerah-daerah di Jakarta yang terjangkit penyakit demam berdarah. “Kami ada anggaran untuk mengembangkan aplikasi itu. Aggaran tersebut menjadi tanggung jawab dinas informasi DKI,” ujarnya.

Nah, Pak Djarot menaruh simpatik kepada acara The Next Dev. Ia mengaku senang acara ini dapat mempertemukan pemerintah atau pemangku kebijakan dengan para pengembang aplikasi yang masih berusia muda.

“Saya tertarik dengan Rumah Sinau. Di era digital ini, anak-anak jangan terlalu banyak main games, mereka harus diingatkan lagi untuk belajar,” tuturnya.



Ia membayangkan suatu saat nanti, Pemda DKI memberikan imbauan kepada warganya untuk menggalakkan program belajar kepada anak-anak pada jam 6-8 malam.

“Pada jam itu, kita imbau orang tua untuk matikan telivisi dan jauhkan dari gadget mereka. Bisa tidak ada sistem yang memantau anak-anak belajar di rumah?”, gemingnya.

Terakhir, Pak Djarot mengakui bahwa Jakarta adalah kota besar dengan jumlah penduduk yang padat. Konsekuensinya, masalah yang dihadapi pun jauh lebih besar. Sehingga, terbuka kesempatan bagi para pengembang, khususnya generasi muda The NextDev untuk terlibat dalam menyelesaikan masalah kotanya itu.

“Dengan smart city, semua persoalan yang dihadapi masyarakat bisa diselesaikan secara tuntas. Di samping kita harus cek kebenarannya di lapangan, aplikasi membantu kita melihat persoalan semakin cepat. Sehingga, semakin mudah diselesaikan,” tutup Djarot.

Kira-kira, aplikasi apa yang dibutuhkan oleh Pemda DKI Jakarta untuk menyelesaikan masalah ibu kota, ya?

Sumber: thenextdev.id




WRITE COMMENT
Name* :

E-mail* :

Website :

Comment :





BLOG CATEGORIES
FEATURES

Corporate Info features
2016-06-03

Corporate Info features
2016-06-02

Corporate Info features
2016-06-01

Corporate Info features
2016-05-31

Corporate Info features
2016-05-30

ARCHIVES