iPhone Bukan Inovasi Satu Malam

innovation published over a year ago




Tak terasa, iPhone sudah berevolusi dari generasi ke generasi sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2007 oleh Steve Jobs.

Sampai kini sudah ada 10 model iPhone telah diperkenalkan. Mulai dari iPhone generasi pertama, iPhone 3G, iPhone 3GS, iPhone 4, iPhone 4S, iPhone 5, iPhone 5C, iPhone 5S, serta dua seri teranyar iPhone 6 dan iPhone 6 Plus.

Apple iPhone muncul pertama kali pada 9 Januari 2007. Kala itu di perhelatan Macworld Expo, mendiang Steve Jobs memperkenalkan generasi pertama iPhone yang akhirnya mencetak sukses besar.

iPhone generasi pertama memang hanya berjalan di jaringan EDGE. User pun tidak bisa merekam video dan browsernya tidak bisa menjalankan program yang ditulis di Java atau Flash.

Meski demikian, produk ini sukses besar. Ditunjang oleh ekosistem aplikasi yang solid di mana para developer bisa mengembangkan program untuk dijual di App Store.

Layar sentuhnya juga lancar dan sistem operasinya mudah digunakan. Sejak saat itu, iPhone menjadi salah satu smartphone terfavorit sampai sekarang.

Perjalanan Panjang

Keputusan Apple untuk membuat iPhone sejatinya tak muncul dalam satu malam. Namun harus melalui proses yang cukup panjang.

Pada tahun 2002, beberapa saat sesudah iPod generasi pertama diluncurkan, Steve Jobs dikatakan mulai berpikir untuk mengembangkan produk ponsel. Dia menilai Apple tidak mungkin terus mengandalkan iPod.

Dia menyadari suatu saat, ponsel akan menjadi perangkat utama yang punya banyak fitur dan meruntuhkan dominasi pemutar musik seperti iPod.

Namun kala itu masih banyak halangan. Apple harus mengembangkan sistem operasi yang benar-benar baru untuk ponselnya, karena OS iPod tidak memadai untuk menjadi sistem operasi ponsel.

Sampai akhirnya lahirlah iPhone generasi pertama pada event Macworld Expo 2007 di San Francisco, Amerika Serikat.


iPhone Baru Setiap Tahun

Setelah itu, setahun kemudian, muncul generasi kedua yang disebut iPhone 3G yang diluncurkan pada perhelatan Worldwide Developer Conference 2008. Sambutannya terhadap iPhone 3G juga luar biasa. Handset ini terjual 1 juta unit pada minggu pertama penjualannya.

iPhone 3GS jadi bagian keluarga iPhone berikutnya pada Juni 2009. Setelah itu berturut-turut hadir iPhone 4 yang muncul pada Juni 2010, iPhone 4S Oktober 2011, serta iPhone 5 pada September 2012.

Baru pada tahun 2013, tepatnya di bulan September, Apple melahirkan 'si kembar' iPhone 5S dan iPhone 5C.


Di sini, Apple mulai memberi perubahan yang signifikan dari segi penampilan. Hal itu bisa dilihat dari casing warna-warni yang diberikan kepada iPhone 5C. Jika iPhone generasi sebelumnya punya warna baku hitam dan putih, iPhone 5C tampil lebih segar dengan warna pink, biru sampai hijau.

Namun jika pengguna yang ingin memilih tampilan yang lebih elegan, saat itu, Apple menyodorkan iPhone 5S.

Kehadiran iPhone 5S berhasil menarik minat publik terutama akan kehadiran teknologi biometrik untuk sistem keamanannya lewat pengenal sidik jari alias Touch ID.

FItur ini dipasang di dalam tombol Home iPhone 5S, untuk mendeteksi dan melakukan verifikasi sidik jari pengguna melalui sentuhan kapasitif.

Jadi jika sebelumnya pengguna butuh mengingat angka password, kini tinggal tempelkan jari untuk mengakses iPhonenya. Identifikasi jari yang bisa dikenali sensor Touch ID pun bisa multiple, artinya tak terpaku hanya satu jari.

Selain sebagai kunci gembok iPhone, sensor Touch ID bisa digunakan saat ingin melakukan transaksi di iTunes. Cara kerjanya seperti biasa, setelah memilih aplikasi yang diinginkan, nanti ada pilihan otentifikasi dimana salah satunya menggunakan pemindai sidik jari.

iPhone 6 dan iPhone 6 Plus

Kemampuan Touch ID ini kemampuan terus berevolusi di iPhone 6 dan iPhone 6 Touch, yang menjadi dua seri iPhone paling gress.

Di panggung Flint Center, CEO Apple Tim Cook mengumumkan kehadiran dua model iPhone 6. Dua versi yang dimaksud berukuran layar 4.7 inch dan 5.5 inch dengan teknologi layar baru disebut Retina HD.


"Kami membawa sejarah baru bagi iPhone yang merupakan smartphone nomor satu di dunia," kata Cook, saat peluncurannya.

Kedua iPhone baru ini dibekali dengan prosesor A8, yang merupakan generasi kedua dari prosesor 64 bit milik Apple. Pembaharuan juga terjadi untuk urusan ketebalan, yang tampil lebih langsing. Versi 4,7 inch mempunyai ketebalan 6.8 mm, sementara iPhone 6 Plus 7.1 mm. Bandingkan dengan iPhone 5S yang 7.6 mm.

Terlepas dari desainnya yang baru dan spesifikasi yang lebih canggih, iPhone 6 juga membawa evolusi mobile payment yang diberi nama Apple Pay. Seperti yang telah disebutkan, fitur ini telah bersinergi dengan Touch ID.

Apple Pay dapat berfungsi layaknya dompet digital. Jadi ketika ingin berbelanja, pengguna tak perlu mengeluarkan dompet dari saku, cukup melakukan tab dari iPhone-nya.

Cara kerja Apple Pay mengandalkan NFC (Near Field Communication) reader. Pengguna tinggal mendekatkan atau tap iPhone-nya ke terminal pembayaran tersebut, kemudian menaruh jari di home button Touch ID untuk melakukan verifikasi.

Jadi yang bisa disimpulkan di sini adalah, inovasi dan teknologi yang dibawa Apple ke iPhone perlu proses, tidak terjadi dalam waktu satu malam.

Dibutuhkan juga kerja sama dari sebuah tim -- bukan one man show -- untuk meracik dan menyatukan ide, teknologi dan mimpi masa depan sehingga lahir sebuah produk inovatif.




Tags :
WRITE COMMENT
Name* :

E-mail* :

Website :

Comment :





BLOG CATEGORIES
FEATURES

Corporate Info features
2016-06-03

Corporate Info features
2016-06-02

Corporate Info features
2016-06-01

Corporate Info features
2016-05-31

Corporate Info features
2016-05-30

ARCHIVES