Smart City Juga Bisa Dibangun dari Bawah

innovation published over a year ago




Kota pintar adalah kota masa depan, hampir seluruh kota di dunia sebenarnya bisa menerapkan konsep ini. Toh, ujung-ujungnya adalah bagaimana konsep ini bisa bermanfaat untuk penduduknya kan?

Ternyata, menurut Boyd Cohen, Professor bidang Entrepreneurship, Sustainability & Smart Cities di Universidad del Desarrollo, Santiago Chile, ada dua jenis pendekatan untuk pengembangan Smart City: top down dan bottom up.

Pendekatan top down, alias dari atas ke bawah, dilakukan oleh Singapura. Negara tetangga kita yang terkenal dengan kerapihannya itu.

Sedangkan pendekatan bottom up dilakukan Medellin, Kolombia. Kota yang dulu terkenal sebagai kota dengan tingkat pembunuhan terbanyak di dunia, surganya para pengedar obat bius.

Untuk kali ini, mari kita lihat saja pendekatan dari bawah ke atas yang terjadi di Medellin. Mungkin bisa jadi pelajaran untuk kota-kota di Indonesia. Jangan takut, hanya sekilas saja kok. Ini kan bukan kajian akademik.

Medellin memulai perubahan kotanya di tahun 1990-an. Kampus di Medellin mulai mendesak adanya visi baru bagi kota, dan visi itu difokuskan pada pengembangan komunitas miskin yang ada di pinggiran.

Ide akan kota yang lebih baik dibawa ke warga miskini tersebut. Dan pelan-pelan, selama beberapa dekade, mulai berkembang solusi transportasi, pendidikan, pekerjaan dan kesehatan.

Pendekatan dari bawah ini didukung oleh kuatnya semangat kewirausahaan di kalangan penduduk Medellin. Dengan pendekatan ini, kegiatan seperti crowdfunding dan hackathon bisa diakukan untuk mencari solusi atas masalah kota.

Hal lain yang juga ditekankan Cohen adalah, warga Medellin lebih berani menghadapi kegagalan. Sebuah sifat kunci untuk mendorong terjadinya inovasi.

Hal senada dikemukakan Guru Besar Institut Teknologi Bandung dan pendiri gerakan Indonesia Smart Cities Initiatives, Suhono Supangkat.

"Konsep kota pintar bisa dimulai dari inisiasiasi warganya (bottom up). Apa yang dilakukan oleh  komunitas Depok dalam mewujudkan kota pintar merupakan langkah awal yang efektif menginspirasi langkah-langkah lanjutan," kata Suhono seperti dikutip Kompas.com.

Pakar infrastruktur dan perkotaan, Emil Elestianto Dardak mengutip laporan internasional dari Ovum Analysis, menyebutkan bahwa kunci kesuksesan smart cities ada dua, yaitu digital city strategies yang melibatkan inisiatif formal pemerintah kota, serta digital society initiative yang melibatkan gerakan kolaboratif dari masyarakat kota. Gerakan komunitas Depok sebagai sebuah gerakan kesadaran masyarakat perkotaan melambangkan digital society initiative.




Tags : Smart City Bawah
WRITE COMMENT
Name* :

E-mail* :

Website :

Comment :





BLOG CATEGORIES
FEATURES

Corporate Info features
2016-06-03

Corporate Info features
2016-06-02

Corporate Info features
2016-06-01

Corporate Info features
2016-05-31

Corporate Info features
2016-05-30

ARCHIVES