Melesat Lebih Cepat dengan 5G

innovation published over a year ago




Rasanya baru kemarin teknologi telekomunikasi generasi ketiga alias 3G menyambangi kita. Namun kini, kabarnya dunia tengah bersiap menyambut 5G.

Ya, begitu cepat larinya perkembangan teknologi ini. Sama seperti tujuannya, untuk membawa kita melesat lebih cepat ke masa depan.

Sejumlah pemangku kepentingan di industri telekomunikasi tentu ingin berada di garis terdepan dalam menyambut 5G. Alhasil, tanpa ada aba-aba, mereka langsung berlomba membuat suatu riset dan uji coba terkait 5G. 

Pesertanya mulai dari vendor jaringan, operator telekomunikasi, sampe vendor pembuat perangkat genggam. Namun yang pasti, 5G lebih dari sekadar gengsi, karena ada harapan merealisasikan mimpi  inovasi di sini.

Mimpi yang digantungkan itu tentunya tak lagi agar bisa mengakses YouTube tanpa ngelag. Ah, itu sudah cerita masa lalu. Kini, harapan tersebut sudah bisa dicicipi.

Namun bagaimana untuk mewujudkan hal yang lebih berat lagi? Seperti merealisasikan konsep internet of things alias internet untuk semua benda yang lebih riil.

Sambut Internet of Things

Konsep Internet of Things kian populer belakangan ini. Intinya di masa depan, akan semakin banyak benda-benda saling terhubung melalui internet.

Cisco memprediksi bahwa trafik data mobile di tahun 2018 akan naik 18 kali lipat dibanding saat ini, dipicu oleh trafik dari perangkat yang saling terhubung dengan perangkat lain.

Untuk membuat komunikasi M2M (machine to machine) itu berjalan lancar, diperlukan koneksi kencang. Maka di bidang ini pun koneksi 5G akan banyak dimanfaatkan.

Implementasi internet untuk semua benda ini di masa mendatang akan beragam. Implementasi dasar misalnya, kulkas yang terhubung dengan smartphone untuk memberitahu jika persediaan susu di dalamnya sudah habis.

Implementasi lebih canggih misalnya dalam konsep smart city, di mana berbagai perangkat dan sensor dipasang di berbagai infrastruktur kota untuk mengawasi keadaan. Sensor di jembatan misalnya, mungkin akan mendeteksi kemacetan dan menyebarkan informasi tersebut.

Mobil otomatis Google yang bisa berjalan sendiri hanyalah permulaan teknologi canggih selanjutnya. Koneksi 5G di masa depan memungkinkan kendaraan dirancang makin mumpuni untuk saling berkomunikasi, sarana hiburan ataupun navigasi.

 

Untuk Kesehatan dan Keamanan

Sekarang ini, beragam perangkat seperti smartphone, gelang dan jam tangan pintar banyak yang sudah dibekali layanan sensor kesehatan. Sebut saja Galaxy S5 yang dibekali sensor detak jantung.

Di masa depan, mobile health diprediksi akan menjadi salah satu aplikasi terbesar yang memanfaatkan jaringan 5G. Perangkat wearable akan mampu menyadari perubahan kesehatan pengguna secara real time.

Informasi kesehatan seseorang pun bisa dipantau orang terdekat secara seketika. Perawatan kesehatan pun banyak yang dilakukan secara mobile.

Contoh lain realisasi 5G dalam skala lebih 'berat' adalah untuk menggerakkan traktor. Ericsson mengungkapkan, coba bayangkan kondisi pasca bencana nuklir di Fukushima, Jepang. Untuk lebih menjaga keamanan, dikerahkan traktor dan alat berat untuk melakukan penanganan yang dikendalikan dari jarak jauh.

Cara kerjanya sederhana, yakni menggunakan remote kontrol, sensor kamera dan kemampuan teknologi 5G yang bisa menghantarkan lalu lintas data super cepat di sini.

Tak Sekadar Internet Cepat

Jadi, banyak hal yang bisa dilakukan dengan 5G. Intinya, tak cuma untuk Facebookan dan download film agar lebih cepat. Tetapi manfaatnya jauh lebih besar dari itu.

Chief Technology Officer Ericsson Ulf Ewaldsson menyebut 5G sebagai evolusi. Adapun kecepatan yang bisa dihasilkan dengan 5G yakni mencapai 20 Gbps! Ya, berkali-kali lipat lebih cepat dibandingkan 4G.

Sara Mazur, Vice President & Head of Ericsson Research menambahkan jika 5G bakal memicu ledakan mobile data volume yang lebih hebat lagi, jumlahnya diprediksi sampai 1.000 kali lipat.

"Di sisi lain tingkat latensi justru bakal turun lima kali lipat serta daya tahan baterai di perangkat mobile juga lebih rendah 10 kali lipat," ia melanjutkan.

"Tahun 2020 sangat mungkin 5G untuk diluncurkan, tunggu saja untuk mencicipinya secara langsung," tutupnya.

Salah satu alasan utama mengapa beberapa negara Eropa dan Asia berkomitmen mengembangkan teknologi 5G adalah potensinya untuk mengembangkan ekonomi di masa depan.

Jaringan 5G akan membuka inovasi dan penemuan baru yang akan membuka lebih banyak lapangan kerja. Karena itu, negara seperti Korea Selatan dan Uni Eropa saat ini sedang getol mengembangkannya.

Di Eropa khususnya, para pebisnis mulai meminta pemerintah meningkatkan kualitas infrastruktur komunikasii mobile. "5G akan menjadi darah segar untuk pengembangan ekonomi digital dan masyarakat digital jika sudah dijalankan," kata Neelie Kreos, komisioner Uni Eropa untuk telekomunikasi.

 

Sudah Sampai Mana Kita?

5G memang sudah di depan mata, namun perlu proses panjang agar teknologi ini matang sehingga akhirnya bisa dicicipi langsung oleh pengguna akhir (end user).

Seperti sudah disinggung di atas, berbagai stakeholder terkait sekarang masih dalam tahap penggodokan 5G. Ibarat ingin menciptakan menu baru, mereka tengah menyibukkan diri di dapur dengan meracik beragam bumbu dapur sehingga bisa menyajikan makanan bercita rasa tinggi.

Begitu juga dengan 5G, masih panjang perjalanannya. Sederet 'aktor, aktris, sutradara, dan produser' di gemerlap dunia telekomunikasi juga tengah menyiapkan skenario dan berbagi peran guna dapat menampilkan episode 5G jadi lebih apik.

Meski berbeda bendera, mereka punya target sama. Menargetkan peluncuran 5G secara luas ke publik pada tahun 2020!




Tags : Melesat Cepat 5G
WRITE COMMENT
Name* :

E-mail* :

Website :

Comment :





BLOG CATEGORIES
FEATURES

Corporate Info features
2016-06-03

Corporate Info features
2016-06-02

Corporate Info features
2016-06-01

Corporate Info features
2016-05-31

Corporate Info features
2016-05-30

ARCHIVES