Mau Sukses dalam Dunia Startup Kenali Dulu Target Audiensnya

innovation published over a year ago




Dalam membuat sebuah usaha rintisan alias startup, kita kadang suka sulit untuk membedakan target audiens kita. Hal ini terlihat saat kita pusing untuk memberikan definisi yang jelas mengenai siapa itu user dan siapa itu customer.

Secara sederhana, pengertian pengguna (user) adalah orang yang menggunakan produk/jasa kita. Sedangkan pelanggan (customer) adalah orang yang membeli produk/jasa kita. Salah-salah mendefiniskan hal sederhana ini, bisa salah dalam merencanakan target customer dan user dari startup yang kita akan buat. Hati-hati, ya!

Secara teknis, produk mesti didesain agar memenuhi kebutuhan para user. Akan tetapi, secara bisnis, produk harus juga dikemas agar memenuhi kebutuhan customer. Baik user atau customer bisa berasal dari orang yang sama, namun bisa juga tidak.

Misalnya, ketika sebuah pabrikan ponsel memproduksi sebuah smartphone yang disegemntasikan untuk kalangan remaja usia sekolah menengah. Secara desain, ponsel itu harus dibuat sesuai kebutuhan dan selera anak SMP/SMA yang merupakan user-nya.

Namun, kebanyakan usia sekolah tersebut tidak memiliki uang untuk membelinya. Maka itu, perusahaan ponsel tersebut juga harus memikirkan kantong orang tua anak itu sebagai customer-nya alias sebagai calon pembeli.

“User adalah mesin yang meningkatkan basis customer” kata Cecilia Christin Hermanto, Konsultan dari MarkPlus, Inc. saat mengisi worksop marketing session di The NextDev Pulang Kampung yang berlangsung di Universitas Diponogoro, Semarang, beberapa waktu lalu.

Di berbagai perusahaan teknologi, target audiens bisa mencakup user dan customer. YouTube misalnya, platform berbagi video ini digunakan oleh para pembuat video maupun para viewer biasa. Namun, basis pelanggan YouTube berasal dari para pengiklan (advertiser) ataupun brand.

YouTube harus dibuat se-user friendly mungkin, agar menguntungkan pengguna. Dengan demikian, jumlah dan engagement rate dari pengguna YouTube semakin tinggi.

Lewat dua modal itu saja, sudah cukup bagi YouTube untuk meningkatkan basis pelanggannya. Semakin banyak pengguna, semakin menarik bagi advertiser untuk beriklan di YouTube. Pada akhirnya, user menjadi mesin bagi basis customer. Pelanggan meningkat, bisnis pun tumbuh.

Coba kembali ke kasus anak sekolah di atas. Jika produsen langsung berkomunikasi menuju si bapak/ibu sebagai orang tua dari anak-anaknya yang masih SMA/SMP, berapa banyak dari mereka yang akan rela membelikan anaknya smartphone baru?

Sebaliknya, apabila produsen menyentuh anak-anak SMP/SMA lebih dulu, pasti lebih banyak dari mereka yang akan “merongrong” ibu/bapaknya untuk meminta dibelikan smartphone baru. Kurang lebih, begitu generasi muda!

Sumber: thenextdev.id




WRITE COMMENT
Name* :

E-mail* :

Website :

Comment :





BLOG CATEGORIES
FEATURES

Corporate Info features
2016-06-03

Corporate Info features
2016-06-02

Corporate Info features
2016-06-01

Corporate Info features
2016-05-31

Corporate Info features
2016-05-30

ARCHIVES