Komputer dari Seukuran Lapangan Bola Jadi Sebesar Jempol

innovation published over a year ago




Evolusi komputer telah melalui perjalanan panjang. Tak cuma dari sisi teknologi dan inovasinya, tapi juga dari segi ukuran. Para pendahulu kita mungkin sempat tidak terbayang jika komputer yang dulunya memakan satu ruangan besar kini bisa disusutkan jadi sebesar ibu jari. Kemampuannya pun jauh lebih canggih.

Cikal bakal komputer sejatinya sudah muncul sejak tahun 1800-an. Saat itu, seorang ilmuwan bernama Charles Babbage menemukan mesin hitung mekanik yang berfungsi untuk mengurangi kesalahan perhitungan.

Kemudian Babbage mendapat inspirasi dari perkembangan mesin hitung yang dikerjakan oleh Wilhem Schickard, Blaise Pascal, dan Gottfried Leibniz. Charles Babbage mengusulkan suatu mesin untuk melakukan perhitungan persamaan differensial yang muncul pada tahun 1822. Mesin tersebut dinamakan mesin differensial.

Dengan menggunakan tenaga uap, mesin tersebut dapat menyimpan program dan dapat melakukan kalkulasi serta mencetak hasilnya secara otomatis. Setelah bekerja dengan mesin differensial selama sepuluh tahun, Babbage terinspirasi untuk memulai membuat komputer generasi purpose (multifungsi) pertama, yang disebut analitycal engine. Atas sumbangan penemuan yang sangat besar ini maka Wikipedia mencatat Charles Babbage sebagai bapak komputer modern.

Setelah penemuan Charles Babbage, tidak ada penemuan baru yang dianggap berarti terhadap perkembangan dunia komputer. Sampai munculnya ilmuwan bernama Howard H.Aiken (1900-1973), seorang insinyur Harvard yang bekerja dengan IBM, berhasil memproduksi kalkulator elektronik untuk US Navy.

Kalkulator tersebut berukuran panjang setengah lapangan bola kaki atau punya panjang 16 meter, tinggi 2,4 meter serta memiliki rentang kabel sepanjang 500 mil. The Harvard-IBM Automatic Sequence Controlled Calculator (ASCC) atau Mark I merupakan komputer relay elektronik.

Ia menggunakan sinyal elektromagnetik untuk menggerakkan komponen mekanik. Mesin tersebut beroperasi dengan lambat, membutuhkan 3-5 detik untuk setiap perhitungan dan tidak fleksibel -- urutan kalkulasi tidak dapat diubah. Kalkulator tersebut dapat melakukan perhitungan aritmatika dasar dan persamaan yang lebih kompleks. Komputer ini sesungguhnya merupakan dambaan Charles Babbage.

Perkembangan komputer kemudian semakin agresif saat masuk era Perang Dunia II. Negara-negara yang terlibat dalam perang tersebut berusaha mengembangkan komputer untuk mengeksploitasi potensi strategis yang dimiliki komputer. Hal ini meningkatkan pendanaan pengembangan komputer serta mempercepat kemajuan teknologi komputer.

Pada tahun 1941, Konrad Zuse, seorang insinyur Jerman membangun sebuah komputer Z3 untuk mendesain pesawat terbang dan peluru kendali.

Pihak sekutu juga membuat kemajuan lain dalam pengembangan komputer. Tahun 1943, Inggris menyelesaikan komputer pemecah kode rahasia yang dinamakan Colossus untuk memecahkan kode rahasia yang digunakan Jerman.

Perkembangan Komputer Generasi I diawali dengan terciptanya komputer yang disebut Electronic Numerical Integrator and Computer (ENIAC). Komputer ini dibuat oleh pemerintah Amerika Serikat yang bekerja sama dengan University of Pennysylvania pada tahun 1946. ENIAC terdiri atas 18.000 tabung vakum, 70.000 resistor, dan 5 juta titik solder.

Namun sekali lagi, dari segi ukuran, komputer di era terdahulu sangat memakan tempat. Dan setiap generasi seakan memiliki tujuan sendiri-sendiri.

Maksudnya begini, komputer dibagi dalam beberapa generasi berdasarkan sejarah perkembangannya. Pada setiap generasi dibedakan berdasarkan kemampuan teknologinya untuk melakukan serangkaian proses (capability), makin rendah biaya operasionalnya (efficiency) dan makin mudah menggunakannya (user friendly).

Dan di zaman sekarang, fungsi itu pun telah coba mengkomodir seluruh hal yang disebutkan di atas. Hanya saja, perusahaan teknologi juga turut memikirkan desain atau bahasa kerennya adalah digital lifestyle.

Coba lihat komputer bernama Intel Compute Stick ini. Meski cuma seukuran jempol alias ibu jari, perangkat ini merupakan komputer mini.

Gambar: Intel Stick


Compute Stick adalah sebuah PC yang bisa berfungsi penuh dengan OS Windows 8.1. Spesifikasinya terbilang lumayan, disokong prosesor quad core Atom, storage 32 GB, dan RAM 2 GB. Ini juga sudah dilengkap dengan fasilitas WiFi 802.11b/g/n, Bluetooth 4.0, dan sebuah port USB dan micro USB.

Compute Stick mempunyai colokan HDMI, yang bisa ditancapkan ke monitor ataupun televisi. Sebagai penyuplai daya, Compute Stick hanya membutuhkan tenaga dari micro USB.

Memang, agar bisa berfungsi, Compute Stick masih membutuhkan sebuah monitor, mouse, dan keyboard -- baik kabel ataupun nirkabel -- demikian dilansir Readwrite.

Soal harga, pastinya juga mini. Cuma dilabeli USD 150 untuk versi Windows. Sementara versi Linux, dengan RAM 1 GB dan storage 8 GB, dibanderol USD 89.

Dari perjalanan panjang ini kita sudah bisa melihat seberapa cepat teknologi komputer berevolusi. Jika sekarang saja sudah sejauh ini, bagaimana dengan esok? Sungguh tak terbayang dengan apa yang bisa dilakukan oleh teknologi.




WRITE COMMENT
Name* :

E-mail* :

Website :

Comment :





BLOG CATEGORIES
FEATURES

Corporate Info features
2016-06-03

Corporate Info features
2016-06-02

Corporate Info features
2016-06-01

Corporate Info features
2016-05-31

Corporate Info features
2016-05-30

ARCHIVES