Evolusi Messaging: dari Desktop ke Mobile

innovation published over a year ago




Setelah kita membahas evolusi messaging pager dan SMS, berikutnya yang jadi tren tentu sudah banyak yang tahu. Ya, instant messaging seperti BBM, Whatsapp, Line, KakaoTalk, WeChat, dan masih banyak lagi.

Sebelum kita membahas soal instant messaging di mobile ini, rasanya kurang afdhol kalau kita tidak membahas evolusi instant messaging ini yang semula asal muasalnya kebanyakan datang dari era desktop.

Ambil contoh gampangnya saja ya Yahoo Messenger, atau biasa disingkat YM!. Setelah era MiRC, layanan messaging yang cukup populer di masanya ya YM! ini. Hampir semua komputer desktop alias PC yang punya sambungan internet, biasanya menggunakan YM! untuk berkomunikasi dengan teman-temannya.

Lewat YM!, kita tak terbatas hanya bisa ngobrol dengan sesama teman di dalam negeri saja. Berhubung koneksinya internet, batasan antar negara hampir sudah tidak ada. Jadi, teman chatting kita pun luas.  Di YM!, banyak teman dari luar negeri yang bisa kita ajak ngobrol berlama-lama tanpa harus khawatir tagihan membengkak.

YM! yang jadi raja di desktop pun pada akhirnya mencoba peruntungannya di mobile. Pas BlackBerry baru awal-awal masuk, banyak orang semula ingin membeli ponsel ini supaya bisa YM!-an di mana saja. Namun nyatanya, performa YM! di mobile kurang mentereng. BlackBerry yang semula kita kira cuma jagoan di pushmail, ternyata punya aplikasi chatting yang tak kalah unggul, BlackBerry Messenger (BBM).

Selain YM!, aplikasi messaging lain yang juga bermula dari desktop masih cukup banyak. Misalnya saja MSN messenger yang dulunya dari Hotmail/Windows Messenger, atau Google Talk milik Google yang belakangan jadi Google Hangout. Dan masih banyak lagi kalau kita sebutkan satu persatu. Namun memang, kebanyakan yang bikin aplikasi messaging ini mayoritas memang dari penyedia layanan email dengan fitur chatting sebagai pelengkapnya.

Kembali ke soal instant messaging di mobile, BBM memang bisa dibilang jadi rajanya aplikasi chatting di ponsel saat itu. Saking banyaknya yang suka dengan BBM, setap ponsel keluaran terbaru BlackBerry laku keras di Indonesia.

Meskipun sudah ada BBM, di ponsel BlackBerry pengguna boleh saja menggunakan alternatif lain. Misalnya Whatsapp, Line, KakaoTalk, WeChat, bebas-bebas saja. Sejak itu pasar aplikasi pesan instan pun menggeliat.

Bahkan jumlah pengguna BBM dibandingkan aplikasi messaging lain yang numpang di ponsel BlackBerry ini akhirnya kalah jauh. Di saat pengguna BBM di dunia cuma 60 juta, Whatsapp misalnya, sudah menembus 400 juta. Whatsapp bisa jauh melesat karena keunggulannya yang bisa hadir di segala jenis perangkat ponsel--dan beberapa tablet Android.

Kondisi ini pun memaksa BlackBerry untuk melepas BBM tak lagi ekslusif. Maka perlahan, dibukalah konektivitas BBM untuk bisa diakses lintas platform. Setelah dibuka ke iOS dan Android, BBM juga hadir di Windows Phone. Tercatat, pengguna BBM saat ini sudah menembus 160 juta dalam setahun sejak hadir cross platform.
 
Nah, sementara BBM sudah 160 juta, berapa pengguna Whatsapp? Dengan keunggulannya tadi, Whatsapp sudah jauh meninggalkan BBM. Jumlah penggunanya sudah menembus satu miliar. Pantas saja Mark Zuckerberg berani bela-belain beli mahal Whatsapp.

Demikian sekilas tentang evolusi instant messaging yang kita bahas dalam topik evolusi messaging dari masa ke masa. Nantikan tulisan kami berikutnya.




WRITE COMMENT
Name* :

E-mail* :

Website :

Comment :





BLOG CATEGORIES
FEATURES

Corporate Info features
2016-06-03

Corporate Info features
2016-06-02

Corporate Info features
2016-06-01

Corporate Info features
2016-05-31

Corporate Info features
2016-05-30

ARCHIVES