Evolusi Messaging: Merambah Electronic Money

innovation published over a year ago




Instant messaging di ponsel tak melulu cuma jadi medium untuk obrolan. Belakangan, peranannya pun mulai banyak dimanfaatkan untuk sarana jual-beli online.Di BBM atau BlackBerry Messenger, misalnya. Sejak adanya BBM Group, wadah yang semula untuk chatting berkelompok ini mulai banyak digunakan untuk tempat jualan.

Memang sih anggotanya terbatas maksimal 30 pengguna, namun tren jualan di BBM ini, baik personal maupun lewat grup, ternyata berhasil menarik perhatian para petinggi BlackBerry di Kanada.

BlackBerry melihat, banyak orang Indonesia yang suka pasang profile picture dan status yang isinya menjajakan barang dagangan. Demikian halnya di BBM Group. Kondisi ini membuka mata para petinggi  BlackBerry.

Maka, hadirlah yang namanya BBM Money. Layanan BBM Money ini diakui oleh Thorsten Heins, CEO BlackBerry pada waktu itu, hadir karena kebiasaan orang Indonesia. Maka, dipilihlah Indonesia untuk jadi pilot project BlackBerry untuk mengembangkan platform e-money di mobile.

Biasanya, transaksi jual beli di BBM dan BBM Group diakhiri dengan bertransaksi secara tradisional, misalnya dengan cara COD alias cash on delivery, atau dengan cara transfer lewat ATM menggunakan kartu debit.

Orang Indonesia katanya banyak yang tidak punya kartu kredit. Dari catatan BlackBerry, penetrasi kartu kredit di Indonesia baru 11% saja dari total penduduk 250 juta lebih. Jadi wajar saja kalau mereka lebih suka transaksi bayar tunai atau lewat debit.

Lewat project ini mereka melihat ada peluang. Kebiasan itu ingin diubah melalui BBM Money. Maksudnya, setelah mencapai kata sepakat untuk jual beli, pengguna BBM bisa langsung melakukan pembayaran lewat BBM saja tanpa harus repot-repot transfer uang.

Bagaimana caranya? Pertama, tentu kita harus download dulu BBM Money di BlackBerry World. Setelah itu, pengguna otomatis terdaftar untuk punya akun. Melalui akun BBM Money ini, pengguna sudah bisa dikirimi duit meskipun tidak punya nomor rekening bank.
 
Dari catatan Bank Permata, bank yang bekerja sama dengan BlackBerry untuk BBM Money ini, jumlah pengguna layanan ini baru mencapai 100 ribu hingga Juni 2014. Jumlah ini memang masih kecil, namun potensinya besar. Nah, agar lebih besar lagi, BlackBerry pun berencana untuk membuka BBM Money lintas platform awal 2015 nanti di iOS dan Android.

Dengan pasar BBM di BlackBerry, iOS, dan Android yang saat ini mencapai 160 juta pengguna, tentu peluang untuk menggunakan BBM Money akan semakin terbuka lebar. Ini artinya, BlackBerry coba membuat ekosistem e-commerce di dalam sebuah instant messaging platform. Dengan BBM Group sebagai market place, BBM user sebagai pembeli dan penjual, dan BBM Money untuk pembayarannya.

Jika strategi ini sukses, bukan tak mungkin instant messaging lain seperti Whatsapp yang sudah punya  satu miliar pengguna, atau Line yang digunakan oleh 500 juta orang lebih, akan ikut membuat ekosistem e-commerce yang tak cuma sekadar jualan sticker dan game di dalamnya.

Demikian sekilas tentang evolusi instant messaging merambah e-money yang kita bahas dalam topik evolusi messaging dari masa ke masa. Nantikan tulisan kami berikutnya di artikel lain yang tak kalah menarik topiknya.


Sumber Gambar: By Duncan Harris from Nottingham, UK (Bank Station) [CC-BY-2.0 (http://creativecommons.org/licenses/by/2.0)], via Wikimedia Commons




WRITE COMMENT
Name* :

E-mail* :

Website :

Comment :





BLOG CATEGORIES
FEATURES

Corporate Info features
2016-06-03

Corporate Info features
2016-06-02

Corporate Info features
2016-06-01

Corporate Info features
2016-05-31

Corporate Info features
2016-05-30

ARCHIVES