8 Cara Startup Mendapatkan Funding

innovation published over a year ago




Ada beberapa hal menarik dalam workshop NextDev Pulang Kampung, “Build Your Own Startup” yang dilakukan Gedung Aula Lt. 2 BG Munaf Fakultas Sistem Perkapalan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember – Surabaya beberapa waktu yang lalu.

Danton Prabawanto, Owner of BEON & Jagoan Hosting, mengatakan, ada beberapa masalah yang paling sering ditemui dalam membuat startup. Mulai dari kurangnya riset atau input dari masyarakat, lamanya pengembangan startup karena kesibukan masing-masing anggota, serta kurangnya dana untuk SDM dan promosi.

“Tidak perlu memaksakan harus membuat startup berbasis aplikasi, kita bisa mulai dari web based atau mobile web based. Jadi, kita harus sesuaikan dengan resource yang ada,” kata Danton di hadapan ratusan arek-arek Suroboyo.

Stephanie Hermawan, Chief Executive Marketeers menambahkan, sebenarnya banyak cara yang bisa ditempuh startup untuk mendapat pendanaan (funding). Dia juga mengatakan, tren pendanaan startup di Asia Tenggara meningkat drastis dua tahun belakangan ini.

“Tahun 2013, nilai funding di Asia Tenggara sebesar US$ 72 juta, namun tahun 2015 meningkat menjadi US$ 446 juta,” terangnya.

Stephanie menuturkan, setidaknya ada sepuluh cara pendanaan yang bisa ditempuh oleh para startup, yang antara lain:

1) Startup Pitch Competition

Di sini, founder melakukan pitching ide dan konsep startup-nya kepada panel juri di acara-acara konferensi teknologi atau kompetisi startup, seperti The NextDev atau Tech in Asia Startup Arena. Uang dan reward dari acara tersebut bisa dijadikan modal pendanaan.

2) Crowdfunding

Ini adalah praktek pendanaan yang didapatkan dari sekelompok orang/masyarakat secara online, dengan masing-masing orang biasanya memberikan bantuan dengan jumlah yang kecil.

Platform yang memfasilitasi crowfunding di Indonesia antara lain Kitabisa, Wujudkan.com, dan Gandeng Tangan.

3) Angel Investor

Meminta individu superkaya (a high net worth individual) untuk berinvestasi ke dalam startup. Biasanya, orang-orang ini mendanai startup karena memiliki nilai atau cita-cita yang sama, dan tidak berorientasi uang. Contohnya adalah ANGIN, Angel-EQ.



4) Impact investor

Adalah para investor yang mendanai startup dengan maksud untuk menghasilkan imbal hasil atau profit yang terukur, serta bertujuan untuk meningkatkan dampak sosial. Contohnya Unitus Dampak, Mercy Corp, dan Avishkar.

5) Revenue

Pendapatan yang dihasilkan selama menjalani startup bisa juga dijadikan modal untuk meningkatkan investasi di startup tersebut.

6) Pinjaman bank untuk UKM

Banyak bank kini meyalurkan kreditnya kepada pelaku usaha kecil dan menengah, termasuk startup. Bahkan, pemerintah melalui Kementerian Koperasi & UKM segera menurunkan bunga KUR (Kredit Usaha Rakyat) menjadi 7%.

7) Venture Capital

VC adalah pendanaan yang disediakan untuk perusahaan-perusahaan muda (early stage), perusahaan yang baru tumbuh dan baru mulai. VC menghasilkan uang dari kepemilikan saham perusahaan yang di investasikannya.

Investasi dari VC terjadi setelah adanya pembiayaan awal (seed funding) telah tumbuh dan pengusaha telah mampu merubah perusahaannya menjadi perusahaan yang siap menghasilkan keuntungan bagi investor.

8) Co-Founder

Dua adalah angka yang tepat, hindari ‘three-body problem’. Lihatlah Jobs dan Wozniak, Allen dan Gates, Ellison dan Lane, Hewlett dan Packard, mereka adalah founder dan co-founder yang berhasil mensukseskan perusahaannya.

Nah, memilih co-founder penting, selain memang menjadi rekan sejawat kita dalam membesarkan usaha, juga bisa membantu kita mendapat pendanaan dari kantong pribadinya (dan juga dari kantong kita sendiri).

Sumber: thenextdev.id




WRITE COMMENT
Name* :

E-mail* :

Website :

Comment :





BLOG CATEGORIES
FEATURES

Corporate Info features
2016-06-03

Corporate Info features
2016-06-02

Corporate Info features
2016-06-01

Corporate Info features
2016-05-31

Corporate Info features
2016-05-30

ARCHIVES