Profil Finalis The NextDev 2015: SekolahKoding

gadgetapps published over a year ago




Sebanyak 20 finalis telah dipilih dalam kompetisi pembuatan aplikasi Telkomsel The NextDev 2015 untuk mencari aplikasi yang memberi solusi masalah perkotaan dalam bidang: e-Education, e-Government, e-Transportation, e-Tourism, e-Health, dan e-UKM.

Profil finalis yang kita bahas kali ini adalah aplikasi SekolahKoding yang dikembangkan oleh Hilman Ramadhan dan Yoggi Firmanda dari Makassar. Aplikasi ini termasuk dalam bidang e-Education.

Apa itu SekolahKoding?

SekolahKoding adalah situs untuk belajar pemrograman dan desain, khususnya untuk pemrograman situs web. Di SekolahKoding, para pengguna dapat belajar dengan tempo sendiri dan menyesuaikan waktu yang dimiliki.

Ide Pembuatan SekolahKoding

Kehadiran para pengembang aplikasi (developer) muda di Indonesia membuat industri IT di negara kita semakin berkembang pesat. Tentunya profesi sebagai developer web pun kian populer dan menjadi profesi dambaan bagi fresh graduate yang memiliki minat di bidang teknologi informasi.

Dan, untuk menjadi seorang developer web, ia harus mempelajari dan mengerti bahasa coding atau pemograman. SekolahKoding hadir untuk membantu memberi jawaban tersebut.

Menurut Hilman dan Yoggi, banyak orang yang menyerah saat sedang membangun situs web. Hal tersebut disebabkan oleh kurangnya sumber ilmu yang bisa digali dan dipelajari.



Sebagai seorang developer, Hilman dan Yoggi pun merasa prihatin melihat kondisi yang terjadi. Akhirnya mereka memutuskan untuk membuat sebuah situs yang dapat membantu para calon developer untuk belajar dan berbagi ilmu kepada sesama pelajar.

Keunggulan SekolahKoding

Di situs yang beralamat sekolahkoding.com, pengguna akan mendapatkan video tutorial web development dan programming dalam bahasa Indonesia. Dengan begitu, pengguna yang tidak mengerti bahasa asing bisa ikut belajar dan pelajaran yang diterima akan lebih mudah terserap.

Dengan konsep video, maka kegiatan belajar akan lebih efektif karena pengguna dapat belajar kapanpun dan di manapun. Dengan begini diharapkan tidak ada jarak antara ide yang ingin dikembangkan dengan proses pembuatan.

Selain tutorial, SekolahKoding juga memiliki forum, di mana sesama pelajar dapat berdiskusi dan saling membantu jika mereka mendapat kesulitan terkait hal pemograman. Bahkan, pengguna juga bisa menyimpan pelajaran yang belum tuntas agar dapat diteruskan nanti, layaknya pekerjaan rumah.

Tantangan dan Harapan Sebagai Developer Lokal

Dengan hadirnya SekolahKoding, Hilman dan Yoggi berharap agar mereka dapat membantu semua orang yang ingin terjun ke dunia programming tanpa kekurangan bekal ilmu.

Mereka akan terus mengembangkan SekolahKoding agar menjadi lebih baik, hingga dapat melahirkan banyak individu-individu yang siap bersaing di dunia dengan produk yang bermanfat.

Hilman dan Yoggi pun mengungkapkan pandangannya terkait pemanfaatan teknologi di Indonesia, "Akses ilmu semakin mudah, tidak ada lagi alasan jarak atau waktu untuk terus menambah ilmu yang akan menghasilkan 'impact' ke orang lain."

Dalam putaran final kompetisi Telkomsel The NextDev 2015, para finalis selanjutnya akan mengikuti serangkaian tahap yang terdiri atas bootcamp (desain, pengembangan, penyebarluasan) pitching, serta bertemu dengan para investor. Adapun hal-hal yang akan dinilai nanti adalah usability (UX), kesesuaian tema dan impact level, serta kesiapan produk.

Dalam bidang e-Education di kompetisi Telkomsel The NextDev 2015, SekolahKoding akan bersaing dengan aplikasi Rumah Sinau dan Sarjana.co.id.




WRITE COMMENT
Name* :

E-mail* :

Website :

Comment :





BLOG CATEGORIES
FEATURES

Corporate Info features
2016-06-03

Corporate Info features
2016-06-02

Corporate Info features
2016-06-01

Corporate Info features
2016-05-31

Corporate Info features
2016-05-30

ARCHIVES