Profil Finalis The NextDev 2015: Firstblood

gadgetapps published over a year ago




Sebanyak 20 finalis telah dipilih dalam kompetisi pembuatan aplikasi Telkomsel The NextDev 2015 untuk mencari aplikasi yang memberi solusi masalah perkotaan dalam bidang: e-Education, e-Government, e-Transportation, e-Tourism, e-Health, dan e-UKM.

Profil finalis yang kita bahas kali ini adalah aplikasi Firstblood yang dikembangkan oleh Martin Luter, Irfan Tri Handoko dan Dimas Syuhada dari Jakarta. Aplikasi ini termasuk dalam bidang e-Health.

Apa Itu Firstblood?

Firstblood adalah aplikasi mobile yang membantu masyarakat untuk melakukan kegiatan donor darah. Aplikasi ini bertindak layaknya penyedia acara donor darah yang mempertemukan antara pendonor dengan resipien (pasien penerima donor darah).

Ide Pembuatan Aplikasi Firstblood

Kegiatan donor darah merupakan salah satu kegiatan krusial dalam bidang kesehatan. Namun, masih banyak orang yang kurang memahami betapa pentingnya kegiatan tersebut.

Ketika seorang resipien membutuhkan donor darah dengan golongan tertentu, maka fasilitas layanan kesehatan wajib memberikan donor sesuai dengan golongan darah sang resipien.

Namun, yang biasa terjadi adalah, layanan kesehatan tersebut tidak memiliki pasokan darah dengan golongan yang dibutuhkan. Sehingga, resipien terpaksa harus menunggu kiriman darah dari fasilitas kesehatan lainnya, atau menunggu seseorang untuk mendonorkan darah untuknya. Tentu saja hal tersebut membutuhkan waktu lama, respon tidak cepat, dan tidak efektif.



Berawal dari kegelisahan tersebut, tim Firstblood mengembangkan aplikasi mobile Firstblood yang dapat menjembatani pendonor dengan resipien secara langsung, tepat, dan akurat.

"Saya yakin aplikasi ini dapat berguna, untuk orang yang sangat butuh darah sehingga mereka dapat tertolong secara cepat dan murah dan juga user dapat menghindari mafia darah. Di sisi lain, PMI juga jadi lebih mudah melakukan event donor darah di Indonesia." kata Martin.

Keunggulan Aplikasi Firstblood

Dengan menggunakan aplikasi Firstblood, seorang resipien dapat langsung menemukan pendonor dengan cara yang mudah dan cepat.

Setelah melakukan registrasi di aplikasi tersebut, seorang resipien maupun pendonor dapat saling melihat melalui peta yang ada dalam aplikasi.

Kemudian, jika pendonor dan resipien telah menemukan golongan darah yang sesuai maka mereka dapat berinteraksi melalui fitur Call atau Message.

Tantangan dan Harapan Sebagai Developer Lokal

Meskipun tim Firstblood telah menemukan solusi untuk membantu kegiatan donor darah di Indonesia, namun kurangnya dukungan dari pemerintah membuat mereka kesulitan untuk merealisasikan visi dan misi yang selama ini mereka emban.

Martin pun menuturkan harapannya, "Semoga setiap permasalahan di Indonesia dapat langsung teratasi dan pemerintah juga mendukung program yang ada sehingga terealisasikan.”

Dengan terciptanya aplikasi Firstblood maka rencananya selanjutnya bagi Martin dan tim adalah, semoga aplikasi mobile ciptaanya dapat menekan jumlah kematian yang disebabkan oleh pasien kekurangan darah. Serta dapat menggalangkan donor darah sehat kepada setiap orang.

Dalam putaran final kompetisi Telkomsel The NextDev 2015, para finalis selanjutnya akan mengikuti serangkaian tahap yang terdiri atas bootcamp (desain, pengembangan, penyebarluasan) pitching, serta bertemu dengan para investor. Adapun hal-hal yang akan dinilai nanti adalah usability (UX), kesesuaian tema dan impact level, serta kesiapan produk.

Dalam bidang e-Health di kompetisi Telkomsel The NextDev 2015, Firstblood akan bersaing dengan aplikasi Healink dan QCare.




WRITE COMMENT
Name* :

E-mail* :

Website :

Comment :





BLOG CATEGORIES
FEATURES

Corporate Info features
2016-06-03

Corporate Info features
2016-06-02

Corporate Info features
2016-06-01

Corporate Info features
2016-05-31

Corporate Info features
2016-05-30

ARCHIVES