Bertaruh Inovasi di Kota Judi

gadgetapps published over a year ago




Gemerlap dunia malam Las Vegas belakangan punya sorot lampu berbeda. Bukan lantaran ada kasino baru yang beroperasi, tetapi kota judi ini mendadak jadi panggung pertaruhan inovasi para pemain di jagat teknologi.

Consumer Electronics Show (CES) 2015 -- demikian nama hajatan besar yang tengah berlangsung di kota yang terletak di negara bagian Nevada, Amerika Serikat itu.

Las Vegas selama ini memang lebih dikenal sebagai kota tempat berdirinya resort mewah yang menjadi sarang industri perjudian, belanja, dan hiburan. Jika Anda menginap di sepanjang The Strip -- pusat area hiburan Las Vegas tempat berdirinya hotel mewah seperti Cesare Palace, Bellagio, Venetian, Pallazo, Mirage dan lainnya --  maka perjudian bakal menjadi makanan sehari-hari.

Seakan tak mengenal kata istirahat, meja-meja judi di The Strip akan selalu dibuka sepanjang waktu, 24 jam sehari, 7 hari dalam seminggu. Dan setiap hotel memiliki arena judi sendiri.

Jadi jangan heran ketika Anda bangun di pagi hari dan turun ke lobi hotel maka akan melihat para penikmat dunia malam berjalan sempoyongan ditambah muka masam yang mungkin baru saja kalah ratusan atau bahkan ribuan dolar dalam semalam di meja judi. Ini pemandangan biasa di Las Vegas.

Gemerlap dunia malam Las Vegas memang tak pernah redup. Masing-masing hotel berbintang bersolek sedemikian rupa untuk dapat menggaet tamu. Tampilan lampu bling-bling menghiasi seluruh kota. Bahkan konon jika dilihat dari luar angkasa, wilayah metropolitan Las Vegas adalah kota paling terang di Bumi.

Ya, itulah Las Vegas dengan kehidupan hura-huranya. Dan lantaran itu pula perhelatan Consumer Electronics Show (CES) tiap tahun selalu digelar di kota judi ini.

Pertaruhan Inovasi

Jika berbicara tentang CES, pastinya tak akan habis dalam semalam. Sebab begitu banyak produk baru beserta inovasi anyarnya yang dipamerkan di sini. Jika Mobile World Congress di  Barcelona lebih banyak berbicara soal industri telekomunikasi maka pembahasan di CES lebih luas lagi.

Di sini pengunjung bisa menemukan inovasi di bidang komputer, ponsel, urusan dapur, robot, mobil tanpa pengemudi (self driving car), game dan aksesorisnya, sampai melihat ikat pinggang dan botol susu yang sudah mendapat sentuhan teknologi. Semuanya tersaji di acara yang pada tahun 2015 ini digelar pada tanggal 5-9 Januari tersebut.

Mereka yang mau unjuk gigi pun tak harus vendor raksasa. Dan produk yang dipamerkan juga tak harus yang njelimet (rumit). Alat yang dipakai sehari-hari tetapi itu unik pun bisa jadi bintang di CES.

Seperti alat yang satu ini. Namanya Belty si ikat pinggang pintar buatan Emiota, startup asal Prancis. Alat ini secara otomatis bisa mengencangkan sekaligus mengendurkan ikatannya tergantung dari kebutuhan dan kenyamanan pengguna.

Gambar: Belty


Bila si pengguna duduk maka Belty otomatis akan mengendurkan ikatannya, namun bila si pengguna berdiri maka ikat pinggang itu akan mengencang dengan sendirinya.

Belty juga dapat berfungsi sebagai alat monitoring kesehatan (health track) yang akan memberi peringatan ketika pengguna terlalu lama duduk. Dilengkapi dengan sensor kecil, akselerator, dan giroskop, Belty tahu seberapa banyak pengguna telah bergerak atau apakah pengguna harus lebih aktif lagi. Keren bukan?

Adapun nama besar seperti Samsung, Intel dan LG juga punya mainan baru yang tak kalah canggih untuk diperkenalkan.

DI CES, Intel tak cuma memperkenalkan prosesor anyar. Mereka juga coba memikat audiens dengan berkolaborasi dengan drone alias robot terbang yang kini tengah happening.

Drone racikan Intel mampu terbang mengikuti targetnya tanpa perlu dikontrol. Hal ini dimungkinkan berkat keberadaan RealSense. CEO Intel Bryan Krzanich menyebutkan bahwa RealSense akan membuat drone bisa melakukan banyak hal, seperti mengenali wajah seseorang, membaca emosi, dan lainnya.

Dalam sebuah demo terlihat drone yang dilengkapi dengan kamera tiga dimensi terbang mengikuti seseorang berbaju hitam ke manapun ia bergerak. Drone ini juga bisa meloloskan diri dari sebuah lorong yang mempunyai banyak hambatan. Namun di ujung lorong drone itu berhenti, karena terhalang oleh pintu. Begitu pintu itu terbuka, ia kembali melanjutkan perjalanannya.

Sementara LG memanfaatkan panggung CES untuk memperkenalkan ponsel dengan layar melengkung G Flex 2. Ukuran ponsel ini 5,5 inch dengan resolusi full HD 1080p.

Gambar: LG G Flex 2


Casing belakang ponsel ini dirancang untuk dapat pulih sendiri jika ada goresan ringan atau istilahnya self healing. Dan di samping desain layarnya yang unik ini, jeroan G Flex 2 juga dilengkapi hardware powerful. Seperti prosesor Qualcomm Snapdragon 810 64 bit octa core dengan GPU Adreno 430, RAM 2 GB, memori internal 16/32 GB, slot micro SD, sistem operasi Android 5.0 Lollipop serta kamera 13 megapixel.

Adapun Samsung lebih banyak mengeluarkan inovasi dari kategori home appliance. Mulai dari robot penyedot debu, mesin cuci pintar sampai televisi yang disebutnya sebagai SUHD. Ini bukan Ultra High Definition (UHD) TV biasa tetapi diklaim selevel di atasnya.

Dengan teknologi quantum dot, SUHD TV Samsung diklaim menawarkan warna, kecerahan dan sensasi yang lebih tinggi ketimbang UHD TV yang biasa. Belum lagi antarmuka smart TV yang berbasis OS Tizen.

Itu baru seberapa, masih banyak pertaruhan inovasi lainnya yang dipamerkan para vendor untuk meramaikan dunia malam di Las Vegas.




WRITE COMMENT
Name* :

E-mail* :

Website :

Comment :





BLOG CATEGORIES
FEATURES

Corporate Info features
2016-06-03

Corporate Info features
2016-06-02

Corporate Info features
2016-06-01

Corporate Info features
2016-05-31

Corporate Info features
2016-05-30

ARCHIVES