Telkomsel Perkuat Layanan di Perbatasan Indonesia sampai Timor Leste

corporate published over a year ago




Sebagai operator yang Paling Indonesia, Telkomsel berkomitmen terhadap pembangunan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi di seluruh wilayah di Tanah Air, baik daerah pelosok, pulau-pulau terdepan, hingga daerah perbatasan.

Kali ini Telkomsel memperkuat layanan telekomunikasi di wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste guna mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


Direktur Sales Telkomsel Mas'ud Khamid bersama jajaran Manajemen Telkomsel meninjau salah satu dari lima compact mobile base transceiver (Combat) yang beroperasi untuk mendukung kelancaran acara peresmian groundbreaking di Pos Pamtas Mota'ain, Kabupaten Belu, NTT (4/11).

Direktur Sales Telkomsel Mas’ud Khamid mengatakan, "Sebagai perusahaan milik bangsa Indonesia, sudah menjadi tanggung jawab kami untuk menghadirkan layanan telekomunikasi di garis terdepan negara. Infrastruktur telekomunikasi yang berkualitas menjadi obyek vital untuk menjaga kedaulatan negara kita tercinta."

Di sepanjang tahun ini, Telkomsel menggelar 12 base transceiver station (BTS) tambahan untuk memperkuat sinyal di wilayah perbatasan Timor Leste, mencakup area batas negara dan area tanpa sinyal. Selain itu, Telkomsel juga meningkatkan ketersediaan catu daya dan perangkat transmisi untuk memperkuat jaringan telekomunikasi.



Seorang tentara penjaga pos perbatasan negara di Mota'ain, Kabupaten Belu, NTT menggunakan layanan data untuk berkoordinasi dan berkomunikasi melaporkan situasi keamanan di wilayah perbatasan negara.

"Kami membutuhkan dukungan dari pemerintah dan pemangku kepentingan terkait agar upaya untuk memperkuat pertahanan dan keamanan wilayah perbatasan melalui kehadiran layanan telekomunikasi bisa segera terwujud," jelas Mas'ud.

Agar pelanggan dapat menikmati layanan berkualitas, Telkomsel juga terus melakukan sosialisasi melalui SMS kepada pelanggan untuk mengatur pemilihan jaringan Telkomsel secara manual.

Di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Telkomsel telah menggelar 33 BTS di bagian timur dan barat perbatasan Timor Leste, di antaranya Kabupaten Belu dan Kabupaten Malaka yang berbatasan dengan Timor Leste bagian timur di mana terdapat 30 titik pos pengamanan perbatasan. Serta Kabupaten Kupang dan Kabupaten Timor Tengah Utara yang berbatasan dengan Timor Leste bagian barat. Secara nasional, Telkomsel memiliki sebanyak 499 BTS (2G & 3G) di daerah perbatasan.


Direktur Sales Telkomsel Mas'ud Khamid (paling kanan) didampingi Direktur Telekomunikasi Khusus Kemkominfo Ismail menyerahkan bantuan senilai total Rp 200 juta kepada masyarakat di perbatasan Wini dan Mota'ain berupa tandon air dan modal pembinaan UKM jambu mede, disaksikan Menkopolhukam Luhut Binsar Panjaitan, Mendagri Tjahjo Kumolo, dan Gubernur NTT Frans Lebu Raya menyaksikandi Pos Pamtas Wini, Kabupaten Timor Tengah Utara, NTT (4/11).

Dalam menyediakan jaringan telekomunikasi di Kawasan Timur Indonesia, terutama di daerah perbatasan, Telkomsel menemui tantangan seperti beratnya medan yang harus ditempuh dan tingginya biaya operasional. Namun, pembangunan infrastruktur ini amat penting agar masyarakat di pelosok pun tetap dapat terpenuhi haknya untuk menikmati akses telekomunikasi.

Di samping komitmen nyata pembangunan jaringan, Telkomsel juga menyerahkan bantuan kepedulian bagi masyarakat di sekitar wilayah pos pengamanan perbatasan Wini dan Mota’ain senilai total Rp 200 juta, masing-masing dalam bentuk tandon air di tujuh titik di Wini dan modal pembinaan usaha kecil menengah (UKM) jambu mede di Mota’ain.




WRITE COMMENT
Name* :

E-mail* :

Website :

Comment :





BLOG CATEGORIES
FEATURES

Corporate Info features
2016-06-03

Corporate Info features
2016-06-02

Corporate Info features
2016-06-01

Corporate Info features
2016-05-31

Corporate Info features
2016-05-30

ARCHIVES