SingTel Group dan Samsung Regional Mobile App Challenge

corporate published over a year ago




Menjadi bagian dari keluarga besar SingTel Group tak hanya membawa keuntungan bagi Telkomsel, namun juga mitra vendor seperti Samsung, dan juga para para pengembang aplikasi lokal. Melalui kemitraan strategis ini, peluang besar di pasar digital bisa digarap secara kolaboratif bersama-sama.

SingTel Group bersama Samsung baru saja usai menggelar program Regional Mobile App Challenge. Acara ini menjadi ajang untuk para developer dari enam negara untuk unjuk kemampuan agar bisa berkiprah di pasar internasional.

Setidaknya, ada 500 juta pelanggan SingTel Group yang bisa dijadikan pasar potensial. Terlebih menurut CEO SingTel Group, Chua Sock Koong, dari 500 juta pelanggan itu baru 20% saja yang menggunakan smartphone.

Itu artinya, hanya 100 juta pelanggan yang sudah menggunakan ponsel pintar, dan masih ada 400 juta lagi yang siap beralih seiring semakin terjangkaunya harga smartphone di pasaran.

Peluang emas ini jelas tak ingin dilewatkan oleh Samsung. Melalui kolaboratif partnership dengan SingTel Group, khususnya Telkomsel di Indonesia, serta para developer lokal, Samsung ingin jadi bagian dari ekosistem ini dengan menghadirkan device seperti smartphone, tablet, wearable device, hingga smart TV.

Inisiatif SingTel Group dan Samsung dalam menggali kemampuan para pengembang aplikasi lokal juga mendapat dukungan dari Menteri Komunikasi dan Informatika Singapura, Dr Yacoob Ibrahim. Ia tak sungkan-sungkan memuji program ini karena ICT akan jadi motor penggerak ekonomi sebuah negara.

Jawara Regional

Sejak digelar Oktober 2014 lalu di enam negara, SingTel Group dan Samsung akhirnya telah mendapatkan enam finalis dari 500 startup untuk menjadi jawara pengembang aplikasi terbaik di regional.

Dari Indonesia, yang menjadi wakilnya adalah Jepret Story, pemenang Telkomsel-Samsung Indonesia Next Apps. Aplikasi buatan Dycode ini akan bersaing dengan para finalis lainnya seperti Catch It dari India, Epic Life dari Filipina, Fiuzu dari Singapura, Nugrean dari Thailand, dan Wattcost dari Australia.

Mereka merupakan aplikasi jawara dari masing-masing negara yang dibawa oleh para operator anggota SingTel Group seperti SingTel di Singapura, Optus di Australia, Telkomsel di Indonesia, AIS di Thailand, Airtel di India dan Africa, serta Globe Telecom di Filipina.

Dalam pitching di Hotel Grand Hyatt, Singapura, Dycode pun telah mendemokan aplikasi buatannya yang memungkinkan pengguna untuk mengumpulkan foto-foto yang ada di jejaring sosial dan membuatnya menjadi video yang menarik.

Namun, dewan juri yang dipimpin oleh Steve Leonard (Executive Deputy Chairman of Infocomm Development Authority of Singapore), Amit Anand (Managing Partner of Jungle Ventures), serta perwakilan dari SingTel Group dan Samsung, lebih milih Wattcost sebagai juara kompetisi ini.

Selanjutnya, tim pemenang akan bekerja sama dengan SingTel Group dan Samsung untuk meluncurkan aplikasinya kepada lebih dari setengah miliar pelanggan seluler di seluruh Asia dan Afrika. Pemenang kompetisi ini juga akan dipromosikan di platform konten dan layanan Samsung.

Direktur Utama Telkomsel, Alex Janangkih Sinaga, dan Vice President Digital Lifestyle Telkomsel, Marina Kacaribu, menilai Jepret Story sebenarnya tak kalah bagus dengan aplikasi lainnya, khususnya yang memenangkan kompetisi ini.

“Kami turut bangga karena Jepret Story dapat mewakili Indonesia sebagai peserta di kompetisi tingkat regional ini. Kami ingin menunjukkan bahwa potensi startup Indonesia sangat besar, tidak hanya untuk berbicara di negeri sendiri tapi juga di level regional.

"Kami harap hal ini mampu menyebarkan pesan positif kepada para developer lokal untuk terus menciptakan berbagai aplikasi yang inovatif untuk membuka peluang mereka di pasar yang lebih besar.

"Telkomsel berkomitmen untuk terus mendukung perkembangan developer lokal di Indonesia seperti apa yang kami lakukan selama dua tahun terakhir melalui program Teman Developer. Ke depannya kami harap lebih banyak lagi developer lokal yang bisa bergabung dan go global," pungkas Alex.

Andri Yadi, CEO Dycode, boleh saja kecewa tak berhasil menjadi jawara regional. Namun di sisi lain, ia tetap merasa bangga karena aplikasi buatannya telah berhasil ikut berpartisipasi di kancah regional.

Selain itu, ia juga berkesempatan untuk ikut program Startup Mentorship selama tiga hari di Singapura. Bekal pengalaman ini diharapkan bisa membantu Dycode untuk menciptakan aplikasi yang lebih baik lagi di masa depan.




WRITE COMMENT
Name* :

E-mail* :

Website :

Comment :





BLOG CATEGORIES
FEATURES

Corporate Info features
2016-06-03

Corporate Info features
2016-06-02

Corporate Info features
2016-06-01

Corporate Info features
2016-05-31

Corporate Info features
2016-05-30

ARCHIVES