Mengenal Teknologi Drone Elang Barat

corporate published over a year ago




Dalam Ekspedisi Langit Nusantara (Elang Nusa) yang digelar oleh Telkomsel, drone Elang Barat memulai perjalanan dari Sabang dan akan menempuh beberapa kota di antaranya Medan, Palembang, Tasikmalaya, Yogyakarta dan Malang. Dengan jarak yang begitu jauh, drone Elang Barat pun memiliki teknologi yang sangat canggih.

Tim Ekspedisi Langit Nusantara mengoperasikan drone keluaran perusahaan asal China, yaitu DJI Phantom. Namun drone tersebut hanya digunakan untuk merekam Elang Barat saat beraksi di angkasa Indonesia.

Berbeda dengan DJI Phantom yang bertenagakan baterai, Elang Barat menggunakan bahan bakar jenis Pertamax, yang tangkinya bisa menampung bahan bakar untuk terbang selama tiga jam nonstop.

Elang Barat dikemudikan oleh pilot dan co-pilot dari mobil yang terus mengikuti drone ini dari darat. Mereka duduk di bak mobil double cabin, yang dilengkapi dengan peralatan pengontrol drone.

Dalam bak mobil itu, terdapat dua buah monitor besar, juga setidaknya ada tiga buah antena yang berfungsi sebagai alat komunikasi antara drone dan tim yang ada di bawah.

Antena-antena ini punya fungsi berjalan di frekuensi yang berbeda, yaitu untuk mengontrol drone dan juga mengirimkan video yang direkam menggunakan kamera GoPro yang terpasang di Elang Barat.

Drone buatan PT. Graha Cipta ini juga bisa dijalankan secara autopilot, yaitu dengan menentukan koordinat lokasi penerbangan. Namun, hal ini juga tak bisa dilakukan secara terus menerus karena ada syarat yang harus dipenuhi agar fitur autopilot bisa berjalan, yakni minimal ada 10 satelit GPS yang tertangkap sinyalnya. Jika kurang dari itu maka terlalu berisiko akurasi posisinya. Kemudian drone harus bisa terbang dengan ketinggian minimal 150 meter, untuk menghindari hambatan.

Selain mobil pengontrol drone, ada juga satu mobil lagi yang berfungsi untuk mengirimkan video yang sudah direkam ke situs www.telkomsel.com/elangnusa. Di microsite tersebut, kamu dapat melihat siaran video drone Elang Nusa dengan cara streaming maupun recorded.

Video streaming tersebut akan mengandalkan jaringan broadband unduh dan unggah Telkomsel 4G LTE yang ditopang oleh 103.000 BTS yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia.

Elang Barat yang lepas landas pada 14 April ini akan bertemu dengan drone Elang Timur, kemudian keduanya akan mendarat di Garuda Wisnu Kencana pada 14 Mei 2016. Elang Nusa ini merupakan bagian dari uji jaringan broadband yang dilakukan Telkomsel guna menjaga kualitas terbaik mobile broadband, baik 4G LTE maupun 3G.




WRITE COMMENT
Name* :

E-mail* :

Website :

Comment :





BLOG CATEGORIES
FEATURES

Corporate Info features
2016-06-03

Corporate Info features
2016-06-02

Corporate Info features
2016-06-01

Corporate Info features
2016-05-31

Corporate Info features
2016-05-30

ARCHIVES