Mendorong Percepatan Keuangan Inklusif dan Gerakan Nasional Non Tunai di Indonesia

corporate published 328 Days ago




Mendorong Percepatan Keuangan Inklusif dan Gerakan Nasional Non Tunai di Indonesia

Saat ini pemerintah sedang gencar-gencarnya mendorong percepatan keuangan inklusif (financial inclusion) dan Gerakan Nasional Non-Tunai (GNNT). Pesatnya perkembangan teknologi informasi sangat menentukan dalam mendukung terwujudnya program tersebut.

Di Indonesia layanan telekomunikasi seluler telah berkembang dengan pesat selama beberapa tahun terakhir, di mana penetrasi seluler mencapai 130% dari total populasi. Hal ini menjadi modal awal yang baik untuk perkembangan mobile financial service di Indonesia.

Layanan keuangan digital diharapkan menjadi sarana untuk mempercepat inklusi keuangan untuk seluruh masyarakat Indonesia, yang dalam jangka panjang turut mendukung laju pertumbuhan ekonomi nasional.

Melihat potensi tersebut, salah satu layanan keuangan digital yang bisa menjadi andalan untuk meng-gol-kan misi pemerintah adalah TCASH. Selama ini layanan yang dikembangkan Telkomsel sejak tahun 2007 tersebut turut aktif dalam menjalin kemitraan dengan berbagai institusi dan perusahaan, sehingga membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat dalam menikmati layanan keuangan, termasuk membantu sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).



Kini TCASH sedang dijajaki sebagai alternatif solusi mekanisme penyaluran non-tunai bantuan pangan dan sosial bersama Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) di Jakarta, Solo, Medan, dan Bogor selama bulan Agustus – September 2016 dengan total penerima bantuan sebanyak 1.500 orang. Hal ini merupakan bagian dari persiapan implementasi penyaluran non-tunai bantuan pangan dan sosial tahun 2017 oleh pemerintah kepada 15 juta penerima manfaat. Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan distribusi bantuan sosial secara non-tunai menjadi lebih tepat sasaran, tepat waktu, tepat jumlah, dan tepat administrasi.

Di sisi lain, melihat masih tingginya angka populasi masyarakat yang belum terjangkau layanan perbankan (unbanked), dihadirkan layanan keuangan terbaru berupa layanan ketersambungan antara uang elektronik TCASH dengan tabungan BTPN Wow! Layanan keuangan terhubung pertama di Indonesia ini hadir untuk memberikan kemudahan bertransaksi dan menabung melalui ponsel, mengkombinasikan kekuatan produk dan jaringan telekomunikasi dengan produk dan jaringan perbankan.

Komunitas-komunitas juga digandeng untuk mengembangkan cash-less ecosystem, seperti dengan Muslimat Nahdlatul Ulama (MNU) untuk memfasilitasi kebutuhan transaksi jual-beli dan pembayaran secara non tunai melalui layanan TCASH bagi 30.000 anggota komunitas Perempuan Nusantara (Penara), dan dengan komunitas Daarut Tauhid. Ke depannya, layanan ini berpotensi untuk dikembangkan di 3.000 pesantren di Indonesia, serta berbagai komunitas petani maupun komunitas ekonomi menengah ke bawah lain yang belum terjangkau layanan keuangan formal.


TCASH_WIEF_2016: Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla didampingi oleh Direktur Utama Telkom Indonesia Alex J. Sinaga dan Direktur Utama Ririek Adriansyah saat berdialog dengan salah satu penerima dana bantuan uji-coba pemanfaatan TCASH, yang merupakan bagian dari persiapan implementasi penyaluran non-tunai bantuan pangan dan sosial tahun 2017 oleh pemerintah kepada 15 juta penerima manfaat di booth Telkom Group di World Islamic Economic Forum ke-12 di Jakarta Convention Center (2/8). Telkomsel terus mendukung pemerintah dalam percepatan keuangan inklusif dan Gerakan Nasional Non-Tunai (GNNT) melalui uang digital TCASH. Layanan ini juga membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat dalam menikmati layanan keuangan, termasuk membantu sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).




WRITE COMMENT
Name* :

E-mail* :

Website :

Comment :





BLOG CATEGORIES
FEATURES

Corporate Info features
2016-06-03

Corporate Info features
2016-06-02

Corporate Info features
2016-06-01

Corporate Info features
2016-05-31

Corporate Info features
2016-05-30

ARCHIVES