Informasi Wisatawan Kini Bisa Diakses dari Ponsel

corporate published 349 Days ago




Siapa yang tidak mengagumi keindahan alam Indonesia? Eksotisme gunung, pantai, dan alam bawah laut mulai dari Sabang sampai Merauke sungguh mempesona. Apalagi kekayaan seni budaya dan kuliner Nusantara yang tidak ada habis-habisnya dan sangat sayang untuk dilewatkan para wisatawan, baik dalam negeri maupun mancanegara.

Pada tahun 2019 diperkirakan 275 juta wisatawan dalam negeri dan 20 juta wisatawan mancanegara berwisata di Indonesia. Potensi pendapatannya pun tidak main-main: Rp 240 triliun secara nasional.

Nah, saat ini Kementerian Pariwisata (Kemenpar) yang mengusung kampanye “Wonderful Indonesia” sedang menggalang kekuatan untuk menarik minat wisatawan datang ke Indonesia. Kemenpar menyadari bahwa selama ini proses delivery data kunjungan wisatawan di Indonesia relatif kurang cepat. Padahal dengan penyajian data yang cepat, Kemenpar dapat lebih mudah mengambil kebijakan strategis untuk meningkatkan promosi pariwisata Indonesia.

Salah satu terobosan yang dilakukan Kemenpar adalah dengan memperbarui data wisatawan lokal dan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia melalui sebuah interactive dashboard yang bisa diakses secara online. Melalui sistem analisis pergerakan wisatawan yang dikembangkan oleh Telkomsel tersebut, Kemenpar bisa memperoleh data kunjungan wisatawan ter-up-to-date secara otomatis dalam waktu yang lebih cepat dan spesifik.



Hadirnya MSIGHT Telkomsel sebagai layanan big daya menyediakan perspektif baru yang memberikan insight bagi Kemenpar dalam mengambil kebijakan. Sistem analisis pergerakan wisatawan yang dilakukan MSIGHT ditentukan dari kota asal pelanggan (hometown) yang diukur berdasarkan lokasi spesifik di mana pelanggan paling sering melakukan transaksi seluler, lokasi pelanggan setiap bulan, dan pergerakan pelanggan dari kota asal ke lokasi lain pada setiap awal bulan. Dari data yang diperoleh, selanjutnya dilakukan analisa berdasarkan kalkulasi length of stay (jumlah hari secara berturut-turut pelanggan melakukan transaksi seluler di luar kota asalnya) dan profil pelanggan.

Dengan sistem analisis tersebut, solusi big data yang diperoleh Kemenpar dapat menyajikan data yang bersumber dari perilaku pelanggan seluler (sebelumnya dari survey dan sampling), periode penerimaan data secara harian (sebelumnya kuartalan), periode perbaruan data secara mingguan (sebelumnya tahunan), skala distribusi data mulai dari kota hingga ke titik destinasi spesifik (sebelumnya provinsi), serta output berupa interactive dashboard (sebelumnya dokumen).

Kini Kemenpar dapat dengan mudah mengakses data kunjungan wisatawan langsung dari ponselnya hanya satu hari setelah proses analisa data. Tentu saja pengembangan ini diharapkan dapat mempermudah Kemenpar dalam merancang agenda pariwisata yang membuat wisatawan semakin tertarik untuk datang langsung menikmati keindahan Indonesia.




WRITE COMMENT
Name* :

E-mail* :

Website :

Comment :





BLOG CATEGORIES
FEATURES

Corporate Info features
2016-06-03

Corporate Info features
2016-06-02

Corporate Info features
2016-06-01

Corporate Info features
2016-05-31

Corporate Info features
2016-05-30

ARCHIVES