Feature: Menghimpun Kekuatan untuk Kemajuan

corporate published 328 Days ago




Menghimpun Kekuatan untuk Kemajuan

Oleh: Tri Mumpuni

Indonesia tidak pernah kehilangan putra-putri terbaiknya. Mereka hanya butuh dibangunkan dan diberi kesempatan untuk mencintai bangsa lewat karya.

Sebuah kehormatan tersendiri bagi penulis dapat menjadi salah satu juri dalam penganugerahan 21 Tahun Telkomsel pada tahun 2016. Menjadi bagian yang dapat menyumbangkan ide dan gagasan untuk menemukan sosok-sosok terbaik dari yang terbaik.

Melihat para sosok yang diberikan oleh Kompas membuat penulis terharu sekaligus bangga bahwa sebetulnya masih banyak anak muda yang tidak lagi menjadikan keberadaannya di dunia biasa-biasa saja. Namun, mereka yang berani berbelok arah dan terjun ke dalam ketidakpastian akan masa depan untuk menorehkan perubahan.

Berteman dengan kekuatan dan keyakinan, bangkit serta mencoba membantu semampu yang mereka bisa untuk berdaya guna lebih bagi masyarakat sekitar. Tanpa harus takut dan malu memulai segalanya dari bawah, meninggalkan kenyamanan yang mungkin sudah mereka dapatkan untuk mengikuti jalan idealisme serta hati nurani.

Beberapa sosok memang sangat inspiratif dari berbagai macam latar belakang, pun mereka yang terlahir dengan ketidaksempurnaan anggota tubuh. Namun, ketidaksempurnaan tersebut tidak dapat menghentikan semangat untuk terus maju dan berjuang tanpa ragu. Mereka bukan tak pernah jatuh, hanya saja tak pernah lupa caranya berdiri kembali.

Pantang mundur

Pelajaran penting yang bisa diteladani dari 21 sosok ini adalah mereka terus maju walau pada awalnya tidak diketahui. Mereka mulai dari menjalani sesuatu yang kecil, hal yang bisa jadi tidak dipandang oleh banyak orang, bahkan mungkin diacuhkan. Namun, semangat mereka tidak pernah luntur dan memudar. Mereka berangkat dari hal-hal yang bisa dilakukan di sekitarnya, melihat hal-hal apa saja yang sekiranya dapat menjadi peluang baru untuk berbakti kepada negara, tanpa harus meninggalkan nilai-nilai kearifan masyarakat lokal.

Ini adalah sebuah gebrakan menarik yang dihadirkan Telkomsel dan Kompas. Sebagai salah satu provider telekomunikasi yang mengedepankan teknologi sebagai alat untuk mempermudah kehidupan masyarakat, Telkomsel, bekerja sama dengan Kompas berani untuk memperkenalkan 21 sosok yang sangat inspirasional kepada khalayak ramai agar masyarakat sadar dan tahu serta dapat senantiasa mendukung program kerja sama yang spektakuler ini.

 

(KOMPAS KLASS/TOMMY BUDI UTOMO)


Dengan semangat kebangsaan, Telkomsel senantiasa memperbaiki diri untuk membuat teknologi digital sedekat mungkin dengan masyarakat pelosok dan pedesaan. Terbukti dengan komitmennya membangun 116.000 BTS yang telah menyebar ke berbagai daerah di Indonesia, dan mampu mencakup lebih dari 95 persen populasi Indonesia.

Bukan hanya bisnis besar, usaha-usaha kecil menengah juga membutuhkan akses telekomunikasi yang mumpuni agar dapat berkembang dan mengangkat derajat ekonomi di sekitarnya. Di sinilah kehadiran mobile internet memainkan peranan. Faktanya, mobile internet membantu menjadi solusi berbagai problematika yang dihadapi masyarakat, seperti akses dalam bidang kesehatan, pendidikan, dan layanan keuangan. Keterhubungan antarmasyarakat Indonesia makin meningkat, bahkan menjadi bagian dari global society yang tak berbatas.

Bahkan, penetrasi mobile internet dapat terkait langsung dengan peningkatan produktivitas karena pertukaran informasi juga meningkat. Hal ini tentu banyak mendorong berbagai perubahan positif ekonomi, sosial, dan budaya di masyarakat. Revolusi digital yang selama ini didengung-dengungkan telah mewujud menjadi kenyataan. Perangkat ponsel pintar dengan internet di dalamnya secara khusus telah menghubungkan masyarakat Indonesia. Dengan perubahan teknologi dan pertukaran informasi terjadi lebih pesat,   akselerasi kemajuan bagi Indonesia pun dapat lebih dipercepat.

Kekuatan untuk kemajuan

Sebagai orang yang sering bekerja dengan masyarakat, penulis menyadari bahwa penemuan atau inovasi tidak melulu harus selalu sesuatu yang berhubungan dengan teknologi canggih dan mutakhir yang dibuat oleh luar negeri. Inovasi itu justru sebetulnya ada dan hadir di dalam sebuah komunitas, kemauan mereka untuk bersama-sama mengatasi masalah, belajar mengerti keinginan rakyat untuk menggapai taraf hidup yang lebih layak serta keterlibatan mereka untuk turut serta. Justru hal tersebut yang patut dijadikan sebuah kekuatan untuk kemajuan negara.

Indonesia tidak pernah kekurangan, sumber daya alamnya melimpah, keindahan bentang alam serta kekayaan maritimnya luar biasa. Semua itu adalah paket lengkap yang Tuhan berikan untuk kita pelajari dan eksplorasi demi kesejahteraan seluruh masyarakat. Jika semua anak muda berani membuat perubahan dengan memaksimalkan potensi di desa-desa dan pedalaman, bukan tidak mungkin kita akan bisa menyaksikan Ibu Pertiwi gembira mendapati rakyatnya bisa hidup damai dan bahagia meski tanpa perlu pindah ke Ibu Kota untuk sekadar mencari beberapa ratus juta rupiah, tetapi harus jauh dari keluarga.

Inisiatif anak-anak muda ini harus terus dicari di seluruh pelosok negeri, disuarakan, dan dikumandangkan agar semua penduduk republik tahu dan tetap optimistis bahwa di tengah hiruk-pikuk kekhawatiran tentang hal-hal negatif yang terjadi di negeri ini, ternyata masih lebih banyak hal positif yang terus bergulir dan memberi inspirasi. Hal yang memberi semangat perubahan berarti yang bisa dipakai untuk memperkuat bangsa kita ke depan menjadi bangsa yang maju, berdaulat, dan punya kehormatan.

Sudah waktunya Indonesia kembali bangkit, cukup sudah mencaci dan merendahkan bangsa sendiri. Mari, mulai untuk selalu berbuat baik untuk negeri. Hidup hanya sekali, hiduplah yang berarti.

 

Tri Mumpuni
Social Entrepreneur
@trimumpuni


@kompasklass #budiluhur

Dikutip dari Harian Kompas edisi Senin, 30 Mei 2016




WRITE COMMENT
Name* :

E-mail* :

Website :

Comment :





BLOG CATEGORIES
FEATURES

Corporate Info features
2016-06-03

Corporate Info features
2016-06-02

Corporate Info features
2016-06-01

Corporate Info features
2016-05-31

Corporate Info features
2016-05-30

ARCHIVES