Feature: Bermanfaat untuk Orang Banyak di Era Digital

corporate published 360 Days ago




Bermanfaat untuk Orang Banyak di Era Digital

Oleh: Shafiq Pontoh

Eko Purwanto, Eka Suryarahman, Andi Taru, Jemi Ngadiono, Gardika Gigih Pradipta, dan Sugiharto menjadi inspirasi bagi kita semua tentang bagaimana mereka memanfaatkan teknologi pada zaman sekarang untuk membuat perubahan yang langsung memberikan dampak sosial bagi sekitarnya. Tidak hanya di sekitar, beberapa inspirasi mereka bahkan sampai menembus mancanegara. Eko Purwanto, Eka Suryarahman, dan Jemi Ngadiono yang bergerak di bidang pendidikan, Andi Taru dengan gim edukasinya, Gardika Gigih Pradipta dengan musiknya, serta Sugiharto dengan ternak kambingnya, telah memberikan contoh nyata bahwa bantuan teknologi telah membawa mereka menjadi garda depan pemberi solusi pada masa kini. Bagaimana mereka, para peraih Anugerah Telkomsel 2016, bisa melakukan hal ini?

Rupanya, ada benang merah dari apa yang mereka lakukan dalam membangun solusi yang memberikan dampak sosial yang nyata pada era teknologi ini. Semua berangkat dari suatu permasalahan atau kegalauan yang sangat personal. Dalam model 5W1H (Why, Where, Who, When, What, How), hal yang sangat personal ini masuk ke dalam bagian Why. Ketika kita punya Why yang sangat kuat, ini akan menjadi fondasi yang kokoh bagi kita dalam melakukan sesuatu.

Eko Purwanto, Eka Suryana, dan Jemi Ngadiono dengan naluri seorang guru yang selalu ingin berbagi pengetahuan bermanfaat bagi murid-muridnya, memiliki Why yang sangat kuat untuk memberikan kualitas pendidikan bagi warga, murid, dan orang-orang di sekitar mereka. Why yang sangat kuat ini menjadi napas dari suatu kegiatan atau gerakan untuk terus berjalan dan hidup. Jadi, mulailah dengan kegalauan apa yang mengusik kita dan kira-kira terbayang oleh kita, apa yang bisa menjadi solusinya.

Mulai dari yang dekat

Lalu mereka semua memulainya di lokasi yang dekat dengan tempat tinggal terlebih dahulu. Ini adalah bagian Where dalam model 5W1H. Mereka tidak berusaha untuk menyelesaikan masalah yang jauh dari tempat tinggal mereka. Ini memungkinkan bagi mereka untuk bisa fokus menjalankan pilihan-pilihan solusi untuk menjawab kegalauan mereka di daerah tempat mereka tinggal.

Hal tersebut sangat penting. Karena memulainya di daerah tempat tinggal, mereka juga sangat paham dengan situasi, kondisi, dan medan yang akan dihadapi. Singkat kata, mereka paham betul insight medan di tempat mereka tinggal. Seperti Andi Taru yang memulai membuat aplikasi gim di Salatiga, Sugiharto beternak kambing di lahan sebelah rumahnya, dan Gardika Gigih Pradipta memulainya di Yogyakarta.

Setelah punya Why yang sangat kuat dan Where yang mereka paham betul medannya, lalu masuk ke bagian Who dari 5W1H. Siapa yang akan melakukannya? Siapa saja yang akan mendapat manfaat dan dampak sosial dari kegiatan mereka? Siapa saja yang bisa diajak bekerja sama di sekitar mereka? Siapa saja yang tersebar di dunia internet dan media sosial yang memiliki Why yang sangat kuat dan sama seperti mereka?

Manfaatkan teknologi

Di sinilah peran teknologi menjadi penting dalam kegiatan para tokoh inspiratif ini. Memanfaatkan teknologi informasi, seperti video chat seperti Skype, platform media sosial, bahkan e-mail, memungkinkan mereka bertemu dengan orang-orang yang ahli di bidangnya dan mempunyai Why yang sama. Ini seperti Sugiharto yang memanfaatkan internet untuk berdiskusi dengan dokter hewan dan bertemu pasar yang ingin membeli kambing. Seperti Gardika Gigih Pradipta yang menggunakan e-mail untuk memperkenalkan warna nada musik dia dan akhirnya berkolaborasi dengan musisi dari mancanegara. Seperti Eko Suryarahman dan Jemi Ngadiono yang menemukan wisatawan yang memiliki Why yang sama dengan mereka dalam hal berbagi pengetahuan bagi anak-anak dan siswa belajar di tempat mereka tinggal.

 

FOTO: EDWARD SUHADI; TIM MAKEUP ARTIST: REGINA PANGESTU, NUR CHAYATI, TRESNA ENDAH


Dengan Why yang kuat, Where yang jelas, dan Who yang satu visi, masuk ke bagian When dari 5W1H. Kapan memulainya? Hari ini, besok, dua bulan lagi, atau sambil nyambi ketika masih punya pekerjaan? Rata-rata dari mereka itu memulai kegiatan mereka setelah Why, Where, dan Who-nya sudah sangat jelas. Artinya, ketika sudah melakukan, pengamatan, penelitian sederhana, dan pemetaan mengenai apa saja yang bisa dicoba untuk dilakukan, baru mereka memulai melakukannya. When ini biasanya seiring dengan What dalam model 5W1H.

Apa yang bisa dilakukan? Apakah yang dilakukan sudah pasti berhasil? Belum tentu. Ini seperti yang dilakukan oleh Andi Taru yang telah mengalami beberapa kali jatuh bangun dalam membuat aplikasi gim. Ketika informasi, pengamatan, dan pemetaan menunjukkan peluang untuk memulai, dia mulai membangun aplikasi gim. Ketika gagal, kembali memulai lagi dari awal. Tentunya karena Andi Taru memiliki Why yang sangat kuat sehingga setiap tantangan dan kegagalan tidak membuatnya mundur atau patah arang. Why yang sangat kuat ini yang membuatnya terus bergerak dan berjalan untuk fokus membuat gim untuk pendidikan. Itu sebabnya, punya Why yang sangat kuat itu menjadi sangat penting.

Yang terakhir dari model 5W1H adalah How, bagaimana caranya. Ada tiga hal yang dapat diidentifikasi dari kegiatan mereka lakukan yang rupanya mereka semua menjalankan hal tersebut. Pertama, berbagi informasi dengan menggunakan teknologi dan akses internet. Ini sangat penting untuk mendapatkan informasi, mencari masukan dan berdiskusi dengan mereka (Who) yang memiliki visi yang sama dan membangun jejaring. Semakin banyak berbagi, semakin banyak manfaat yang didapat.

Kedua, mereka semua tidak ada yang langsung membuat kegiatan menjadi sangat besar. Mereka semua memulai kegiatan mereka dari porsi yang kecil, kemudian merawat usaha ini dengan sangat tekun, penuh perhatian, dan telaten. Seperti merawat tanaman yang masih kecil untuk perlahan-lahan tumbuh menjadi kokoh dan besar. Jadi, tidak perlu terlalu terburu-buru ingin segera besar, seperti peribahasa sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit.

Ketiga, mengenai cara mereka menger­jakannya. Apakah mereka yang namanya juga pernah muncul di rubrik Sosok harian Kompas ini melakukan yang namanya “work smart” atau “work hard”? Rupanya bukan memilih lebih baik “work smart” atau “work hard”, melainkan ini adalah masalah urutannya. Mereka semua memulainya dari “work hard”, ketika sudah mendapatkan tempo dan ritmenya dalam menjalankan usaha mereka, baru masuk ke tahap efisiensi atau “work smart.” Artinya, sebelum mau “work smart”, harus melalui “work hard” dahulu.

Contoh yang mereka lakukan serta urutan model 5W1H yang dituliskan tadi bisa menjadi inspirasi bagi kita semua bahwa setiap individu di Indonesia bisa menjadi bagian dari solusi untuk membangun dan membesarkan bangsa ini sekaligus bermanfaat bagi diri sendiri dan orang banyak.

Shafiq Pontoh
Chief Strategic Officer - Provetic
@ShafiqPontoh

@kompasklass #budiluhur

Dikutip dari Harian Kompas edisi Jum'at, 3 Juni 2016.




WRITE COMMENT
Name* :

E-mail* :

Website :

Comment :





BLOG CATEGORIES
FEATURES

Corporate Info features
2016-06-03

Corporate Info features
2016-06-02

Corporate Info features
2016-06-01

Corporate Info features
2016-05-31

Corporate Info features
2016-05-30

ARCHIVES