Cerita Halmahera

corporate published over a year ago




Banyak sekali cerita menarik tentang kreativitas anak muda Indonesia, tidak hanya di kota besar namun juga hingga ke daerah pelosok. Terus berkembangnya teknologi dan tersebarnya jaringan seluler hingga ke berbagai daerah di Indonesia membuat informasi menjadi terbuka dan bergulir dengan cepat ke genggaman tangan mereka. Hasilnya adalah semangat berkreasi seperti yang ditunjukkan oleh empat anak muda asal Tobelo, Halmahera Utara yang tergabung dalam grup KALAWAI. Mereka menghadirkan kolaborasi musik yang unik, berupa keaslian konten lokal dari Timur Indonesia yang dibalut dengan beat Hip- Hop.

Ini wawancara kami (TSEL) dengan KALAWAI (KLW) tentang perjalanan mereka, ketajaman mereka dalam merangkai kata pada musiknya dan bagaimana teknologi membantu mereka untuk dapat mengekspresikan diri mereka sendiri.

TSEL: Salam kenal KALAWAI, bisa diceritakan sedikit mengenai grup kalian?
K
LW: Salam kenal juga. Kami KALAWAI terbentuk di Tobelo pada tanggal 28 Agustus 2012. Kami ada empat orang personil (Deny, Melky, Sony, dan Victor), dan saling kenal sejak masih kecil sewaktu kami berada di pengungsian di Manado pada tahun 1999-2001. Pada saat itu kami harus mengungsi karena ada kerusuhan di daerah asal kami di Halmahera.


Sekarang ini, selain bermusik kami juga memiliki profesi yang berbeda-beda. Deny dan Melky menekuni profesi sebagai pengajar di Tobelo. Deny adalah guru Sekolah Menengah Pertama (SMP, dan Melky adalah dosen di salah satu perguruan tinggi swasta. Sedangkan Sony dan saya (Victor) sekarang menuntut ilmu di UKSW – Salatiga. Sony adalah mahasiswa tingkat akhir S1 Psikologi, sedangkan saya mahasiswa tingkat akhir S2 Sistem Informasi.

TSEL: Apa arti dari KALAWAI?
K
LW: Nama KALAWAI sendiri artinya Tombak. Tombak tajam untuk berburu, alat membela diri yang digunakan oleh orang-orang Halmahera pada zaman dahulu. Kami mengambil nama KALAWAI sebagai nama grup rap kami untuk menikam perbedaan, menikam permusuhan, dan menikam kesenjangan sosial. Kami ingin menyuarakan kedamaian lewat sebuah lagu perdana kami yang berjudul “Peace For Halmahera”. Dari situlah kami KALAWAI mulai ada sampai sekarang.




TSEL: Mengapa memilih jenis musik rap? Untuk kalian apa yang lebih menarik dari rap dibandingkan dengan jenis musik lain?
K
LW: Kami lebih memilih musik rap, karena dalam musik rap kami bisa detail bercerita tentang apa yang ingin sampaikan. Dibanding dengan musik lain yang liriknya tidak sebanyak dengan musik rap.


TSEL: Apa pesan yang ingin disampaikan lewat lagu kalian?
K
LW: Pesan-pesan yang kami ingin sampaikan, sebenarnya bervariasi. Tergantung tema apa yang kami buat, sesuai dengan realita yang ada. Kami cenderung menyampaikan pesan-pesan membangun dan kritikan mengenai daerah kami Halmahera, dan terlebih luas lagi negara kita Indonesia.


TSEL: Siapa musisi rap yang jadi inspirasi kalian?
K
LW: Musisi rap yang menjadi inspirasi kami ada yang dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Dari dalam negeri ada Iwa K, Saykoji, The Baku Tumbu (Grup Hiphop dari Maluku). Dari luar negeri ada Eminem, MGK (Machine Gun Kely), Nicky Minaj, Fort Minor.


TSEL: Bagaimana proses penciptaan lagu kalian?
K
LW: Proses penciptaan lagu kami dimulai dari mengaransemen musik dan dari musik tersebut kami berempat berkumpul dan mendiskusikan tema apa yang cocok, yang pas, yang sesuai dengan jiwa musik tersebut. Dalam proses diskusi, kami coba mencocokkan dengan realita yang ada dan dari realita-realita tersebut, kami mulai menuangkan dan merangkai dalam lirik yang dibuat oleh masing-masing dari kami. Selanjutnya, dari lirik-lirik yang sudah kami buat, kami langsung memulai proses perekaman dengan peralatan seadanya (Microphone, Mixer, dan Laptop).




TSEL: Seberapa banyak teknologi membantu kalian dalam menciptakan musik?
K
LW: Internet sangat banyak membantu kami dalam pembuatan musik. Mulai dari kami mencari referensi musik paling update, tutorial, instrument samples dan rap style dari dalam maupun luar negri.


TSEL: Seberapa besar guna dari Internet untuk berbagi musik ke lebih banyak lagi orang?
K
LW: Kegunaan Internet dalam berbagi musik kami sangatlah besar. Karena dengan Internet, kami bisa upload dan berbagi karya-karya kami sehingga karya kami bisa dinikmati orang lain di Halmahera, seluruh Indonesia, dan bahkan luar negeri seperti Belanda.


TSEL: Apa cita-cita kalian dalam bermusik?
K
LW: Melalui KALAWAI, kami ingin memperkenalkan daerah kami Halmahera supaya lebih dikenal oleh banyak orang.


TSEL: Apakah di Tobelo dan sekitarnya banyak anak muda yang punya karya seperti kalian?
K
LW: Di daerah kami Halmahera dan sekitarnya atau terlebih khusus lagi Kota Tobelo, sudah banyak anak-anak muda yang mempunyai karya seperti kami.




TSEL: Apakah hal yang menurut kalian akan membantu lebih banyak lagi kreativitas anak muda di Timur Indonesia mengalir?
K
LW: Untuk di Indonesia Timur hal yang menurut kami dapat membantu kreativitas anak muda Indonesia Timur adalah Internet, karena dengan akses informasi yang semakin terbuka melalui Internet, akan lebih banyak lagi inspirasi dari luar sana yang bisa kami dapatkan untuk berkreasi.




WRITE COMMENT
Name* :

E-mail* :

Website :

Comment :





BLOG CATEGORIES
FEATURES

Corporate Info features
2016-06-03

Corporate Info features
2016-06-02

Corporate Info features
2016-06-01

Corporate Info features
2016-05-31

Corporate Info features
2016-05-30

ARCHIVES